Art & Culture

TARI RAGAM DASAR TOPENG BETAWI

JakartaARSNewsy,-

Tarian ini menggambarkan corak/ragam dasar dari Tari Topeng Betawi legendaries yang pernah digali secara mendalam oleh Tokoh Betawi Almarhum H.Bokir. Dari salah satu literatur didapatkan penjelasan bahwa ragam dasar topeng Betawi meliputi “Adeg-Adeg” (agem), Adeg-adeg merupakan posisi siap dalam menari, dari posisi adeg-adeg penari akan melaukan gerakan lainnya. “Wedi Kengser” (diambil dari istilah Jawa). Gerak wedi kengser juga sering disebut gerak gera “keser” yaitu gerakan berpindah tempat dengan cara bergeser kesamping ke kanan atau kiri.

Ragam dasar berikutnya yakni “Langkah Meliuk” yaitu Gerak dasar kaki langkah meliuk tedapat dalam gerak-gerak tari dari daerah Sulawesi. Lalu “Nyregseg” yaitu melangkah dengan cara bergeser ke depan dalam posisi jongkok. Nyregseg di mulai dengan kaki kir yang berada di depan menepak dengan cara dijulurkan kedepan, kemudian kaki kanan merapat hingga lutut menyentuh betis kaki kiri.

Setelah itu ada gerak Stilasi yang meliputi gerakan selancar, kewer, rapat nindak, kewer ganda, gerak pakblang dan gerak Gibang. “Gerakan selancar” meliputi Gerakan tangan kanan mengayun ke depan dan ukel, bersamaan dengan gerak kaki kiri ke depan, kemudian di susul dengan gerakan kaki kanan ke depan bersamaan dengan gerak ukel tangan kiri. Lakukan gerakan tangan mengayun dengan luwes dan sampai hafal.

“Gerakan kewer”, Kaki silang badan merendah. Tangan kiri di pinggang, tangan kanan lurus ke samping. Lalu gerakan tangan kanan ke pundak dan gerakan kaki kanan melangkah di tempat bersamaan dengan gerakan kepala menghadap ke kanan. Selanjutnya, gerakan tangan lurus ke samping setinggi pinggang di sertai gerakan kepala lempar ke kiri.

“Rapat Nindak”. Sikap kaki dalam gerak rapat nindak adalah kaki kiri menapak biasa dan kaki kanan rapat jinjit, arah sebaliknya dilaukan dengan saling bergantian. “Kewer Ganda” Dari sikap adeg-adeg , tangan merentang setinggi pinggang. Kemudian gerakan kedua tangan naik turun sambil melangkah ke depan. Caranya, gerakan kedua tangan ke pundak , kaki kanan melangkah ke depan dan badan condong ke depan. Berikutnya, gerakan kedua tangan turun seperti semula sambil melangkahkan kaki kiri ke depan, dan seterusnya.

BACA JUGA :  50 KARYA KOLEKSI NEGARA 40 SENIMAN DARI LINI TRANSISI MENEMUKAN KEMBALI PEMAHAMAN BARU MASA LALU KITA

Sedang gerak “pakblang” yang disebut juga gerakan selancar blang tur, karena gerakannya mirip dengan selancar. Posisi badan tegak ,tangan kiri di angkat di atas kepala, melekuk , lentik dengan telapak tangan ke bawah, tangan kanan lurus ke samping jari melentik.

Selanjutnya, tangan kanan mengayun dengan luwes, tarik ke atas kepala, tangan kiri bergerak lurus kesamping. Kemudian lakukan gerakan kebalikan atau berganti lagi dengan tangan kiri . Gerakan kaki mengikuti gerak tangan, yaitu jinjit saling bergantian. Jika tangan kiri diatas, kaki kanan melangkah ke depan dan sebaliknya. Ditutup dengan Gerak Gibang.

Tarian ini dipersembahkan Sanggar Tari Bina Manggala pimpinan Wiwik pada acara Taman Mini Menari yang dilaksanakan pada Minggu (25/8) di Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

(** Foto: Bonis/Wils Productions

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *