Knowledge

PEMASANGAN FOTO “DIDUGA TANPA IZIN” DI FILM WARKOP (DKI) REBORN LANGGAR UU HAK CIPTA

JakartaARSNewsy,-

Pemasangan foto “Diduga Tanpa Izin” pada film Warkop DKI Reborn dinilai telah melanggar UU Hak Cipta dan selanjutnya, Drs. Akhmad Yamin Amazon Dalimunthe, selaku pemilik karya foto tersebut memberikan surat kuasa kepada Pitra Romadoni Nasution dari kantor Advocates & Legal Consultants untuk melaporkan kasus Pelanggaran Hak Cipta atas Karya berupa sebuah foto Warkop DKI tersebut, yang difotonya sekitar tahun 1994.

“Saya menunjuk atau memberikan kuasa kepada pengacara Pitra Romadoni Nasution dari kantor Advocates & Legal Consultants untuk menjadi kuasa hukum saya agar mendapat keadilan. Apalagi oleh mediatornya juga agak sedikit ditantang bahwa mereka juga ingin kasus ini dibawa ke ranah hukum supaya industri kreatif itu berjalan dengan baik katanya seperti itu,” ungkap Amazon.

Pernyataan tersebut muncul, setelah gagalnya mediasi yang dilakukan sebelumnya. Oleh karenanya, lanjut Amazon, diserahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum.

Dan sebagai kuasa hukum atas Kasus Dugaan Tanpa Izin penggunaan foto pada Film Warkop DKI Reborn ini, Pitra Romadoni Nasution SH, MH, menegaskan bahwa ini permasalahan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual. Jadi sangat disayangkan klien kami ini justeru di tantang oleh pihak mediator untuk menempuh jalur hukum saja. Padahal yang perlu ditekankan disini, ada pihak yang telah menggunakan hak cipta tanpa izin karya foto milik klien kami.

“Di Dalam film Warkop Reborn, karya saya berupa foto Dono, Kasino, dan Indro (Warkop DKI) memakai Jas Warna Merah ditayangkan dua kali. Saya sudah melakukan melakukan pemberitahuan sebagaimana awalnya, dan kemudian diutuslah satu orang untuk memediasi tapi dari hasil mediasi nampaknya tidak menemukan titik temu. Maka dalam ini secara pribadi saya sebagai pemilik foto itu merasa di rugikan. Dan sebagai Warga Negara ingin hak-haknya juga dipenuhi oleh pihak lain yang menggunakan karya saya tanpa ijin tersebut,” tegas Amazon lagi.

Sementara itu, Pitra Romadoni Nasution SH, MH & Associates (Advocates & Legal Consultants), mengutip  UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Pasal 12 dan Pasal 115.

Pasal 12 menyebutkan Apabila ada seseorang yang dipotret ataupun memiliki hak cipta terhadap suatu gambar tapi gambar tersebut diperuntukan untuk iklan atau reklame harus ada tertulis daripada orang yang ingin melakukan iklan atau reklame tersebut kepada penciptanya. Sedangkan Pasal 115 berbunyi Apabila memang tidak ada surat tertulis ataupun izin tertulis terhadap Pemegang Hak Cipta, maka ancaman pidananya diatur dalam pasal tersebut dengan pidana denda sebesar Rp500.000.000.

“Jadi sebelum kita melanjutkan pada ranah hukum berikutnya, saya sangat menyarankan adanya itikad baik dari pada pihak-pihak terkait. Dan yang menjadi permasalahan yakni belum adanya izin tertulis terhadap penggunaan produk tersebut,” pungkas Pitra Romadoni Nasution SH, MH, selaku kuasa hukum.

(tjo; foto bonk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *