Entertainment

MUSIK ADALAH HOBBY DAN HASRAT GHEGE RUMOKOIJ

JakartaARSNewsy-,

Berasal dari inspirasi lagu-lagu bertema cinta yang sarat curahan hati itulah, album Manado Galau diperkenalkan, album yang unik karena berhasil mengumpulkan 12 penyanyi dengan potensi yang sangat baik sekaligus diminati oleh para penyuka musik daerah.

Ghege Rumokoij Manado Galau Curhatan para penyanyi inilah yang kemudian di aransemen musik, lirik serta video clip nya oleh Ghege Rumokoij yang dikemas dalam album berisi 12 lagu. Proses penggarapan album yang tidak mudah dan membutuhkan energy ekstra tersebut pada akhirnya berhasil membuat siapa pun mendengarnya pasti menyukainya.

Ghege Rumokoij, artis penyanyi dan pencipta lagu yang masih sezaman dengan Lady Rocker Inka Christy ini, memang memiliki talenta serta kepekaan dalam mengaransemen sebuah lagu yang luar biasa. Oleh karenanya, Ghege panggilan akrab penyanyi yang sempat mengeluarkan single lagu daerah bertajuk Tak Pisah (Ambon, 2001) sempat mengecap kesuksesannya hingga negeri Kincir Angin, Belanda. Dan di tahun 2004 memutuskan menjadi produser, agar dapat sepenuhnya mengembangkan konsep, warna musik, genre musik dan lain sebagainya.

“Ayah menginginkan menjadi seorang atlet, tapi saya justeru merasa sangat seniman banget karena bermusik selain hobby juga adalah hasrat jiwa saya”, jelas Ghege Rumokoij saat berbincang santai dengan Arsnewsy di bilangan Kelapa gading, Jakarta Utara, Kamis (26/9).

Sudah dari kecil saya memang senang menyanyi dengan alat musik dan menulis syair lagu, lanjut Ghege, dan kini saya mengeluti di bidang yang sudah lama serta paham seluk beluknya, dari hilir ke muaranya. Apalagi banyak kawan yang mau dan tertarik maka mulailah dirinya untuk merambah industri musik sepenuhnya.

Bernyanyi sejak usia 8 tahun di Taman Ria Monas. Usia 17 tahun masuk dunia rekaman lewat label Flower Sound, hingga kemudian menyanyi ari sejumlah Kafe dan Hotel. Dunia hiburan memang tidak pernah mati. Oleh karenanya, Ghege berharap musisi Indonesia Timur lebih maju lagi. Terbukti lagu Poco-Poco, Tobelo, hingga Balada Pelaut, sudah terkenal bukan hanya di Indonesia tapi juga luar negeri. Semoga musik daerah lebih maju lagi di era digital ini. (***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *