Women Insight

PENGHUJUNG TAHUN 2019 JADI MOMENTUM REBECCA REIJMAN COME BACK DENGAN SINGLE CLOUDS

JakartaARSNewsy-, Selalu menyanyi dan mungkin itu sudah menjadi ketentuan dalam hidup, kata-kata itu meluncur dari mulut Rebecca Reijman penyanyi dan musisi berdarah Belanda Jawa yang sudah cukup lama absen dari blantika musik Indonesia. Tahun 2019 dirasa oleh Rebecca sebagai saat yang tempat bagi dirinya untuk kembali berkarya di jalur musik yang sudah pernah membesarkan namanya.

Rebecca Reijman CLOUDS“Saya mesti berkarya tetapi keluarga tetap yang utama. Membagi waktu bersama keluarga dan musik sangat fleksibel. Artinya bermusik, bernyayi dan keluarga sangat bisa balance dan bisa kita combain. Jadi, mungkin ini waktunya yang pas untuk balik lagi ke dunia musik”, ujar Rebecca Reijman di acara peluncuran single terbarunya CLOUDS, di bilangan Ciganjur, Jakarta Selata, Rabu (20/11).

Rebecca Reijman kembali merilis single baru dibulan November 2019 ini. Ini adalah rilisan kedua yang ada di tahun 2019 setelah bulan September lalu dia merilis single “The D(Evil Was Here)”. Single terbarunya yang berjudul CLOUDS dengan genre pop-jazz ini diciptakan oleh Rebecca bersama dengan Torank Ambarita, Aditya Bowie Wibowo, Fajar Adi Nugroho, dan Agung Munthe sebagai arrangernya.

CLOUDS bercerita tentang bagaimana kita bisa menghilangkan rasa cemas dan rasa khawatir kita hanya dengan cara melihat keatas, memandang awan yang menyelimuti matahari dan langit yang indah. Saat kita merasa sedih, yang kita lakukan hanya mengenyahkan awan-awan tersebut.

“Jika hatimu gundah atas anganmu. Lihatlah keatas pandangilah awan. Singkirkan awan awan itu agar bisa menatap langit biru yang lebih tinggi lagi. Never Give Up Keep on Dancing … “, ujar Rebecca Reijman.

Untuk insprirasi CLOUDS Rebecca Reijman mendapat dari seorang bernama ‘Mas Don’ Sardono Kusumo, seniman yang juga maestro tari dari Solo. Mas Don yang punya ‘Pabrik Fikir’ men-challange – nya kalau ingin Tarian Teater kamu harus punya pikiran yang lebih luas. CLOUDS adalah tarian teater kehidupan kita yang pesannya dapat dimaknai secara luas oleh siapapun yang mendengar dan melihatnya.

Rebecca Reijman CLOUDS

Single CLOUDS digarap secara live recording, lalu ditambahi sentuhan trompet, harmoni backing vokal dan seterusnya. Proses penggarapannya cepat tetapi yang lama justeru keinginan mau ke arah mana sebenarnya CLOUDS ini dibawa. Tak hanya lewat sentuhan audio saja, single CLOUDS menjadi sesuatu yang sangat istimewa setelah Rebecca Reijman berkolaborasi dengan Mahatma Putra (Anatman Pictures, red) mendirecting sentuhan visualnya menjadi Anatopism Documentary Film. Sebuah pesan kejujuran diri Rebecca Reijman yang disajikan secara out of place. Menangkap harapan dan mimpinya yang entah berada dimana tapi kehadirannya ada di tempat yang tidak semestinya.

Bahkan Rebecca saat syuting video klip yang digarap tuntas satu hari penuh tersebut sungguh merasakan sekelumit realitas kehidupan di Jakarta yang menyedihkan tapi juga luar biasa. Dan saat dirinya berjalan diatas hamparan sampah di Bantar Gebang yang menggunung hingga setinggi 15 meter lebih itu. Dirinya seperti merasakan seperti berada di negeri lain, berada di dunia yang entah dimana. Selain sempat didapuk menjadi duta bagi masyarakat Bantar Gebang.

Rebecca Reijman CLOUDS

“Diantara tempat tempat yang kumuh, becek, daerah padat penduduk, bahkan hingga di tempat tempah sampah negeri ini. Dari sebuah cermin masyarakat pinggiran yang nyaris tak tersentuh. Mereka tak pernah mengeluh atau meratapinya dengan air mata. Mereka tetap tersenyum dalam menapaki kehidupannya. Mereka seolah tengah menari diatas kesulitannya. Mereka tetap memiliki cinta sambil belajar tentang hidup dan meraih mimpinya untuk masa depan yang lebih baik. Never Give Up Keep on Dancing ….”, pungkas Rebecca Reijman. (lela; foto tcs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *