Knowledge

MARA RUSLI SIHAJI ANGGOTA KOMISI I DPRD BUTON PARTAI GOLKAR : PARIWISATA, PERTANIAN, DAN PERIKANAN JADI FOKUS PEMBANGUNAN BUTON 5 TAHUN KEDEPAN

JakartaARSNewsy-, 20 tahun melanglang buana di berbagai daerah di Indonesia, menjadi seorang pengusaha, Mara Rusli Sihaji, putera daerah Buton yang terkenal dengan pulau 1000 benteng ini kini memfokuskan dirinya untuk lima tahun membangun Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Apalagi kini dirinya, menjadi Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Buton dari Daerah Pemilihan 3, meliputi Kecamatan Wolowa, Kecamatan Siotapina, dan Kecamatan La Salimu Selatan, memberi kesempatan serta peluang dirinya untuk berkiprah membangun kampung halamannya.

Mara Rusli Sihaji Anggota DPRD ButonSektor Pariwisata, Kelautan Perikanan Satu Wadah,dan Pertanian Peternakan akan menjadi fokus dirinya bersama pemerintah daerah Kabupaten Buton untuk meningkatkan PAD Kabupaten Buton di lima tahun kedepan. Demikian hal tersebut dikemukakan anggota Banggar DPRD Kabupaten Buton ini, saat ditemui sejumlah awak media Jakarta.

“Kedepannya diharapkan ada sinerji yang besar antara eksekutif dengan legislative untuk fokus membangun Kabupaten ini lebih dari daerah-daerah Kabupaten lainnya yang ada di sekitar Buton. Saya melihat di Buton ada beberapa sektor yang bisa diutamakan menjadi program unggulan yaitu sektor Pariwisata, sektor Kelautan Perikanan Satu Wadah, dan sektor Pertanian Peternakan. Saya cenderung melihat sektor Pariwisata Buton memiliki potensi dan daerahnya sangat bagus sekali untuk dikembangkan lebih baik lagi. Apalagi Buton terkenal dengan Pulau 1000 Benteng”, jelas Mara Rusli Sihaji, yang juga caleg Partai Golkar ini kepada media.

Seperti dalam pembahasan di rapat Banggar, dihadapan Kepala Dinas Pariwisata Buton, meminta untuk memfokuskan anggaran yang ada pada satu program pariwisata unggulan saja. Dan dirinya mempunyai keyakinan hal tersebut pasti bisa mengangkat sektor pariwisata Buton. Oleh karenanya, dibutuhkan tenaga ahli untuk membangun Master Plan Pariwisata Buton, supaya bisa menata sektor pariwisata Buton, supaya bisa ada pemasukan ke PAD Buton, lanjutnya.

Adapun sektor pariwisata Buton yang harus di fokuskan, apakah melalui seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK-Pariwisata) atau melalui semacam Buton Tourism Board Area, yakni potensi Pantai Topa dan Udang Merah di La Salimu Selatan. Khususnya di Pantai Topa nampaknya sudah ada pembahasan dan pemerintah siap membangun sarana dan prasarana di sekitar pantai Topa dengan luasan 3 hektar itu. Dimana Pantai Topa memiliki keunikan yang luar biasa di saat air laut surut suasana dan keindahannya mirip dengan Pantai Kuta di Bali.

Mara Rusli Sihaji Anggota DPRD Buton

Tentunya, Pantai Topa yang mirip sekali dengan pantai Kuta ini selain menjadi fokus pembangunan pariwisata di Buton juga sekaligus membutuhkan investor untuk membantu mengembangkannya dengan baik, ungkap Mara Rusli Sihaji lagi.

Sedangkan bagi pemerintah daerah Kabupaten Buton, selain terus mempersiapkan dengan meningkatkan SDM Pariwisata yang ada, juga membangun sarana serta prasarana seperti menyediakan area parkir, sarana penyewaan speed boat, perahu kano, dan sebagainya, sehingga para pelancong nantinya senang berkunjung dan menikmati keindahan pantai Topa dan ini mendatangkan PAD bagi Kabupaten Buton.

“Dinas Pariwisata fokus pada satu titik ini dan dalam perjalanannya nanti satu atau dua tahun kedepan pasti sudah terbentuk. Dan pariwisata Buton akan berkembang tidak lepas dari investasi dari luar, baik swasta dalam negeri maupun swasta luar negeri. Kita bisa mencontoh daerah Wakatobi yang sudah melakukannya dengan masuknya investor swasta yang mengembangkan pariwisatanya. Bila di tata dengan baik saya mempunyai keyakinan bahwa pariwisata di Buton tidak kalah dengan daerah lainnya. Pariwisata harus memunculkan kekhasan dari daerah itu, maka Buton juga harus bisa memunculkan kekhasan pariwisatanya agar bisa dikenal dan bersaing dengan daerah pariwisata lainnya”, tegas Mara Rusli Sihaji seraya menutup perbincangannya.

Mara Rusli Sihaji Anggota DPRD Buton

Seperti diketahui, Mara Rusli Sihaji, 38 tahun, kembali kedunia bisnis pada tahun 2000 menjual partai-eceran pakaian jadi dan usaha ekspedisi pada tahun 20017 s/d 2013. Merantau ke Ambon, kemudian ke Timika, lalu kini kembali lagi ke Buton. Dan tahun 2017 merupakan kiprahnya masuk ke dunia politik. Baru di tahun 2019 ini, dirinya baru memberanikan diri menjadi caleg DPRD Tingkat II dari Partai Golkar dan langsung terpilih.

Atas keinginan mengabdikan diri buat masyarakat sebagai wadah aspirasi masyarakat. Sekaligus atas dorongan keluarga, orang tua, teman-teman agar makin bisa menyuarakan aspirasi rakyat. Akhirnya idealisme dirinya terpanggil untuk berkiprah secara nyata masuk dunia politik. Kini dirinya terpilih sebagai Wakil Rakyat mewakili Kecamatan Wolowang, Kecamatan Siotapina, dan Kecamatan La Salimu Selatan. (adnid; foto lela)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *