Art & Culture

SRIHADI SOEDARSONO MAN X UNIVERSE SEMANGAT SPIRITUAL ATAS RASA KEMERDEKAAN DAN KEBANGGAAN BERBANGSA

JakartaARSNewsy-, Seri lukisan landscape merupakan salah satu pendekatan yang sangat dikenal menjadi ciri khas karya-karya Prof. Kanjeng Pangeran Srihadi Soerdarsono Adhikoesoemo, MA atau yang biasa doipanggil Srihadi. Pameran Tunggal dan Peluncuran Buku “Srihadi Soedarsono Man x Universe” di Galeri Nasional Indonesia yang berlangsung dari 11 Maret  s/d 9 April 2020 adalah lukisan landscape dalam konteks lukisan yang memiliki struktur bentang alam, daratan (bumi), langit, dan unsur-unsur di antaranya.

Srihadi Soedarsono“Waktu saya kecil diajak kakek berkeliling melihat pemandangan, melihat sawah yang luas. Sekarang, sawah di belakang rumah sudah jadi rumah-rumah. Fenomena ini menjadi paradoks bagi negeri lumbung padi dan tambak garam tapi kekurangan padi dan garam sehingga harus impor”, ujar Srihadi Soedarsono.

Kurator pameran Dr. A. Rikrik Kusmara. M.Sn, mengelompokkan karya Srihadi dalam empat rumpun besar yakni Social Critics (Papua Series, Bandung Series, dan Field of Salt). Dynamic (Jatiluwih Series dan Energy of Waves), Human & Nature (Mountain Series. Tanah Lot Series, Gunung Kawi Series), Contemplation (Horizon Series dan Borobudur Series)

Pembukaan Pameran “Srihadi Soedarsono Man x Universe” dibuka oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Pameran tunggal yang menampilkan 44 lukisan-Iukisan bentang alam (landscape) yang diproduksi oleh Srihadi dalam rentang tahun 2016-2020. Karya-karya yang dipamerkan antara lain Horizon The Golden Harvest (2018). Borobudur Drawing (1948), Borobudur The Energy of Nature (2017). Mt. Bromo -The Mystical Earth (2017), Papua The Energy of Golden River (2017). The Mystical Borobudur (2019) dan Jakarta Megapolitan Patung Pembebasan Banjir (2020).

“Pameran tunggal kali ini adalah pendekatan baru Srihadi dalam mengekspresikan landscape, sebab menampilkan metafora dan simbol yang cukup kompleks. Proses artistik tersebut tak lepas dari kondisi sosial politik Indonesia yang tensinya naik sepanjang 2016-2019, tahun-tahun Srihadi menghasilkan karya untuk pameran ini. Yang menarik, Srihadi tidak secara eksplisit menggambarkan realitas konteks sosial politik budaya ini, melainkan melalui metafora sungai keemasan (Golden River)”, papar Rikrik Kusuma.

“Srihadi Soedarsono Man x Universe” menginterpretasikan keindahan landscape Indonesia sebagai semangat spiritual atas rasa kemerdekaan dan kebanggaan berbangsa. Sebab landscape dalam perspektif Srihadi adalah tema yang lebih dalam dan sekadar lukisan pemandangan yang menghipnotis orang asing untuk datang berkunjung dan mengapresiasi karya-karyanya.

Bersamaan dengan pembukaan pameran juga diluncurkan buku yang ditulis oleh Farida Srihadi bersama Jean Couteau yang berjudul “Srihadi Soedarsono Man x Universe“ yang membedah hubungan spiritual manusia, berikut siklus hidupnya, dengan alam semesta.

Erick Thohir, Srihadi Soedarsono, dan Farida Srihadi

Menurut Dra. Siti Farida Srihadi, M.Hum, sistem nilai Jawa membentuk pendekatan simbolis khas Srihadi, dari sudut bentuk maupun warna. Bagaimana kuasa Srihadi atas nuansa dan detil dikedepankan serta diperkaya oleh intuisi dan binaan roso, demi mencapai kondisi Manunggaling Kawulo Gusti.

Budayawan Dr. Jean Couteau menambahkan bahwa seorang Srihadi mempunyai suatu kemampuan untuk ‘merasa’ yang selain luar biasa, juga dikembangkan dan diasah oleh tradisi Jawa asalnya. Dengan mempertimbangkan sejarah seni lukis Indonesia dan dunia, Srihadi Soerdarsono bukan hanya maestro simbolis/warna-is Indonesia, tetapi sebenarnya termasuk salah seorang maestro simbolis-koloris kelas dunia.

Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto sebagai tuan rumah penyelenggaraan pameran tunggal Srihadi Soedarsono mengungkapkan bahwa Srihadi melalui karya-karyanya membuktikan bahwa ia adalah sosok seniman yang paripurna. Dengan ethic, emphatic, dan aesthetic. “Srihadi menghidupkan karya-karyanya. Sebaliknya, karyanya pulalah yang menyemangati hidupnya hingga ia tetap sehat dan aktif berkarya di usia senja. Keistimewaan Srihadi ini menjadi sumber inspirasi bagi banyak generasi”, ujarnya.

Pameran tunggal tunggal “Srihadi Soedarsono Man x Universe” juga dilengkapi dengan Seminar Pameran yang akan diadakan di Galeri Nasional Indonesia pada Sabtu, 28 Maret 2020. Acara ini dikemas dalam dua sesi pembahasan yakni diskusi pameran dan buku dengan pembicara Srihadi Soedarsono, Farida Srihadi, Jean Couteau, dan A. Rikrik Kusmara, serta Agus Dermawan T sebagai penanggap

Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto, Erick Tohir, dan Rikrik

“Pameran ini merupakan wujud nyata konsistensi Srihadi Soedarsono sebagai maestro seni lukis dalam berkarya hingga saat ini. Kedisuphnan dan kneatiwtas yang torus ia cerminkan dalam setiap karya lukisan yang dihasulkan merupakan Inspirasi yang patut ditiru oleh masyarakat luas terutama generasi muda”, pungkas Selamet Susanto, perwakilan panitia penyelenggara pameran. (lela; foto tcs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *