Journey

TANAH LOT ART & FOOD FESTIVAL DIGELAR UNTUK PULIHKAN PARIWISATA KABUPATEN TABANAN

TabananARSNewsy-, Tanah Lot Art & Food Festival digelar pada tanggal 13 s/d 15 Maret 2020 merupakan inisiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan Bali bekerjasama dengan pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot merupakan upaya pemulihan wisata pasca penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Saya harus mengakui bahwa kunjungan wisatawan Tanah Lot Februari lalu turun hingga 39%. Kunjungan wisatawan bulan Januari sebanyak 244.374, terdiri dari wisatawan domestik 133.147 orang, dan mancanegara 111.227 orang. Sementara kunjungan wisatawan bulan Februari adalah 148.587, domestik 81.151 orang, mancanegara 67.436 orang. Sehari biasanya ada 7.000 pengunjung, sekarang paling hanya 5.000 pengunjung per hari. Tanah Lot Art & Food Festival ini bertujuan untuk kembali membangkitkan minat masyarakat untuk berlibur ke Tabanan”, papar Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam keterangan rilis yang diterima oleh redaksi arsnewsy.com Kamis (12/03/2020).

Bupati Eka menambahkan bahwa ini adalah momentum yang tepat untuk pemulihan pariwisata. Maka dari itu dia mengajak masyarakat untuk mengunjungi pameran UMKM dan selama festival akan memanjakan pengunjung dengan berbagai macam stand kuliner dan souvenir. Masyarakat luar Tabanan wajib mencoba kopi dan teh beras merah khas Tabanan serta kuliner tradisional lainnya yang tak kalah menggoda. “Ayo cicipi cita rasa kuliner Tabanan, saya jamin kalau 3 hari beruturut turut kulineran disana, pasti berat badan langsung naik”, ungkap Ni Putu Eka Wiryastuti.

Pembawa acara Tanah Lot Art & Food Festival kali ini adalah Indra Herlambang dan dimeriahkan oleh 1.000 seniman, salah satunya adalah Juara Rising Star Indonesia 2017, Andmesh Kamaleng.

“Kami pun akan menyajikan Okokan Kolosal di pantai Tanah Lot, dan saya berani klaim bahwa parade Okokan di pantai ini adalah yang pertama dan terbesar di Indonesia. Belum ada festival Okokan di pantai saat sunset semeriah yang akan kami sajikan. Okokan sendiri adalah pertunjukan tradisi yang pada umumnya digelar untuk mengusir bala atau musibah, serta penyakit, hama, bencana dan sejenisnya. Ini adalah moment yang baik untuk recovery pariwisata Tabanan yang sedang menurun,” ujar Ni Putu Eka Wiryastuti.

Bupati Tabanan berharap dengan dilaksanakan festival ini bisa membuktikan bahwa Tabanan aman untuk dikunjungi wisatawan. Acara akan dilangsungkan selama 12 jam nonstop selama 3 hari, mulai dari jam 10.00 WITA sampai jam 22.00 WITA. Data kunjungan wisatawan yang berlibur ke Tanah Lot pada Sabtu (7/3/2020) tercatat sebanyak 5.445 pengunjung, yakni wisatawan nusantara berjumlah 3.894 pengunjung dan wisatawan mancanegara berjumlah 1.551 pengunjung.

“Dengan strategi seperti ini saya berharap bisa memulihkan kembali kunjungan wisatawan menjadi 7.000 per hari. Jika selama 3 hari jumlah pengunjung festival lebih dari 20.000 maka hal tersebut membuktikan bahwa Tabanan aman untuk dikunjungi oleh para wisawatan”, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. (lela; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *