Women Insight

MBA ‘RARA’ ISTIATI WULANDARI DAN BUAH MERAH FOOD SUPLEMEN PENYEMBUH PASIEN COVID-19

BaliARSNewsy-, Perjumpaan Mbak ‘Rara’ Istianti Wulandari dengan si ‘Buah Merah’, food suplemen dari Papua yang sudah 18 tahun ditemukan khasiatnya oleh Dosen Universitas Cenderawasih, Drs.Made Budi, bukanlah sebuah kebetulan semata namun meliwati sebuah proses panjang serta petunjuk atau isyarat mata batinnya, sehingga food suplemen asli Papua tersebut menjadi pelengkap untuk kesembuhan Pasien Covid-19.

Mbak 'Rara' Istianti WulandariDimana tentu diketahui bahwa untuk mempercepat penanganan penyembuhan pasien Covid-19 digunakan Chloroguine, obat kina yang dipakai untuk menanggani sakit malaria. Sedangkan ‘Buah Merah’ sudah terbukti sangat efektif menangani sakit malaria, demam cepat turun, membersihkan paru-paru dan menambah imunology penderita penyakit HIV AIDS.

“Setelah minum Buah Merah biasanya keringat keluar, itu artinya racun, toksin-toksin keluar secara alamiah, ada sedikit efek kantuk, setelah bangun badan menjadi lebih fit dan antibodi bertambah, Jadi food supelemn buah merah Ini seperti memboster energy, vitamin dan obat-obatan ke didalam set tubuh sehingga manjur menangkal virus”, ujar Rara, yang dikenal memiliki kemampuan membaca isyarat dari Kartu Tarrot, serta piawai pula menghalau hujan seperti saat Gelaran Asian Games 2019, beberapa waktu lalu itu.

Buah merah Papua dipercaya dapat meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh. Buah Merah bahkan sering disebut sebagai multivitamin. Kandungan tokoferol dan betakaroten yang sangat banyak, membuat minyak sari buah merah sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, karena mengandung berbagai macam vitamin dan mineral.

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menyebutkan sejak masa prasejarah, Suku Dani di Lembah Baliem telah mengkonsumsi ‘Buah Merah’ dan Labu Koteka. Keduanya dikonsumsi sehari-hari dan berfungsi sebagai obat. Buah Labu Koteka oleh suku Dani digunakan sebagai obat Thypus, sedangkan Buah Merah terbukti mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari penyakit, termasuk virus Corona.

Buah Merah (Pandanus Conoidus) oleh suku Dani disebut dengan Kuansu. Buah merah mengandung anti oksidan alami yang tinggi, serta berbagai vitamin dan zat seperti Karoten 12.000 ppm, Bekaroten 700 ppm, Tokoferol 11.000 ppm. Ketiganya berperan aktif untuk meningkatkan stamina dan sistem kekebalan tubuh manusia. Dan beberapa zat lain seperti Asam Oleat, Asam Linileat, Dekanoat, Omega 3, dan Omega 9, merupakan senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh.

Food suplemen buah merah selain diberikan ke tim medis dibali sudah diberikan ke Tim medis di beberapa rumah sakit di Jakarta, ada juga salah satunya yang terpapar Covid-19, dr Handoko Gunawan, tim medis RSUD Bogor,Tim medis di Bandung, Menhub Budi Karya Sumadi, dan atas kebaikan Tuhan bisa berhasil sembuh.

Dr Eddy Kristianto yang mendalami Program Saintifikasi Jamu dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti memaparkan, saat terjangkit virus corona pasien disarankan untuk banyak mengkonsumsi vitamin, A,B,C dan lainnya untuk menangkal radikal bebas berbentuk virus yang menyerang immunology, vitamin C biasanya banyak didapat dr air perasan lemon. Saya sudah membuat pengujian kualitatif antara minyak buah merah dan perasan lemon sama-sama memiliki potensi antioksidan yang bisa dikonsumsi untuk melawan radikal bebas. Minyak buah merah memiliki potensi antioksodan 5x lipat lebih besar dari perasan buah lemon

Pengujian kualitatif pun dilakukannya menggunakan reaksi warna dengan pembuatan beberapa volume larutan uji yang direaksikan dengan larutan DPPH yang berwarna ungu sebanyak 4 ml. Larutan DPPH terdiri dari etanol 96% sebanyak 50% dan DPPH padat sebanyak 50%. Kemampuan bahan uji dalam meredam radikal bebas DPPH dilihat dari warna larutan yang berubah dari ungu menjadi orange.

Mbak 'Rara' Istianti WulandariHasil pengujian kualitatif menunjukkan aktivitas antioksidan, hasil peredaman radikal bebas DPPH yang ditandai dengan perubahan warna dari ungu menjadi orange jernih. Semakin sedikit bahan uji yang dipakai untuk meredam warna ungu DPPH, semakin besar potensi antioksidannya. Hasil pengujian potensi antioksidan minyak buah merah pada DPPH 50 PPM sebanyak 4 ml. Pada tabung 5, terlihat minyak buah merah mampu merubah warna ungu larutan DPPH menjadi orange. Minyak buah merah yang digunakan adalah 0,1 ml.

Selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh manusia, Buah Merah juga mengobati penyakit kanker serta tumor ringan. Kandungan zat tokoferol serta betakaroten pada buah merah sangat tinggi dan difungsikan sebagai antioksidan dalam tubuh kita.

Mbak Rara mengaku beruntung disaat terbatas aktivitas diharuskan Work From Home (WFH) melalui Cargo Garuda Papua dibantu Jendral Eris Heryanto telah mengirimkan beberapa Buah Merah untuk Presiden Jokowi dan jajaran menteri lainnya seperti Menteri Perhubungan, Menteri Kesehatan,Menpan RB,Seskab, Doni Munardo Ketua BNPB, Letkol Wahyu Dansatgas Wisma Atlet, Rekan Paspampres, agar Buah Merah dapat menambah pertahanan tubuh menangkal virus Corona, semua bisa lebih fit saat berperang melawan Covid-19. Disamping itu mengirimkan pula ke Menteri BUMN juga Menristek, agar diteliti dan dikaji oleh Kimia Farma serta Badan Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19.

Mbak Rara pun turut mengirimkan Buah Merah untuk keluarga Menhub Budi Karya Somadi dan Ajudannya, ke Ibu Emalia Mawar Kurniadi, pasien berhasil sembuh Covid-19  dari Bali yang menginspirasi dengan keberaniaanya menguplad sikonnya saat sakit di RSUP Sanglah dengan maksud memberikan motivasi stigma negative pasien Covid-19 harus dimurnikan. Sebelumnya buah merah sudah diberikan dokter spesialis paru yang diusia 80th masih selalu ringan membantu bahkan disikon pendemi Corona masih berani berkarya menjadi garda terdepan tim medis dr Handoko saat beliau di isolasi di RSUP persahabatan, kemudian ke Tim medis di RSUD Bogor,Tim medis RSUD Kariadi Semarang melalui gubernur Ganjar Pranowo.

Atas kebaikan Tuhan staminanya semakin membaik, daya tahan tubuh bertambah, dinyatakan rapid tes sudah negative Corona, selain juga memberikan beberapa botol kepada dokter dan perawat yang sehat. Rasanya prihatin banyak angka kematian petugas medis. Harapannya buah merah juga diberikan ke beberapa pasien Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG) maupun positive.buat penangkal virus Covid-19.

Namun dalam memberikan obat merah ini mba Rara tidak langsung kepada pasien, contoh seperti Ibu Emalia melalui beberapa tahap untuk mendapatkan ijin, seperti meminta ijin dahulu kepada Kepala Dinas Kesehatan Pemprov.Bali, dr.Ketut Suarjaya, lalu BNPB sebagai Gugus Depan Penanganan Covid-19 (Dewa). Disamping juga ijin ke Tim Medis RS Sanglah boleh tidaknya memberikan food suplemen buah merah. Jadi semua dilakukan dengan tetap berkoordinasi dengan pihak pihak terkait.

Mbak 'Rara' Istianti WulandariBagi penderita Covid-19 tetap disarankan mengkonsumsi obat yang disediakan di Rumah Sakit, setelah berselang dua jam baru konsumsi food suplemen buah merah. Bakal ada detoksifikasi, berkeringatan banyak, lalu mengantuk. Ini cocok buat pasien Covid-19 yang mudah gelisah dan insomnia bisa tidur nyenyak, istirahatnya nyaman. Saat detoksifikasi perut akan terasa mules dan virusnya keluar lewat kotoran BAB. Dan betacarotin yang tinggi, beberapa vitamin dan kandungan lainnya yang memboster imunolgy tubuh seseorang melawan radikal bebas dan virus-virus terutama Corona.

Setelah minum food suplemen mba Rara selalu diskusi melalui chat aplikasi whatsapp, dengan selalu memberikan nasehat harus selalu bersyukur atas karunia Tuhan, dari hal sederhana berupa nafas kehidupan sampai bisa meminum food suplemen buah merah. Kemudian,selalu mau rajin berdoa, beribadah kepada Tuhan,berpikiran meditatif ke sikon positive dan hati bergembira adalah obat yang mujarab. Semuanya disatukan menjadi kekuatan alamiah karena seperti nasehat Hippocrates Bapak Kedokteran Yunani Kuno sejatinya Kekuatan Alamiah di dalam diri kita adalah penyembuh penyakit sejati. (lela; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *