Knowledge

PARANORMAL ISTIATI ‘RARA’ WULANDARI PREDIKSIKAN GIBRAN RAKABUMING RAKA DUA KALI WALIKOTA SOLO

PapuaARSNewsy-, Gibran Rakabuming Raka yang tengah mencalonkan diri menjadi Walikota Solo diprediksikan bakal mulus jalannya menjadi Walikota Solo, bahkan menurut gambaran garis tanggannya putra sulung Presiden Joko Widodo ini bakalan meluncur deras menjadi Walikota Solo untuk kedua kalinya.

Rara TarotSeperti diketahui, muncul sejumlah pemberitaan di media online bahwa Gibran Rakabuming Raka atau yang biasa di sapa dengan Gibran ini bakal unggul pada Pilkada Walikota Solo pada Desember 2020 mendatang. Dan sejumlah media online pada Febuari 2020  dengan judul ‘Putra Jokowi Diprediksi Unggul’ turut memprediksikan bahwa di Pilkada Solo akan seragam mendukung satu calon, yakni Gibran Rakabuming Raka.

“Ini seperti ‘Dejavu’ menurut Sekjend Handoko”, ujar Rara sapaan akrab Istiati Wulandari saat mengisahkan ketika mengikuti acara doa dan silaturahmi yang diselenggarakan Projo buat Gibran di Solo. Lantaran “moment doa silaturahmi’ ini seperti berulang kembali saat Desember 2013 silam Projo menggelar doa bersama khusus buat Joko Widodo, yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Perlu diketahui, barisan Projo saat itu berkumpul dan mendesak Ketua Umum PDIP untuk memberikan rekomendasi Joko Widodo sebagai Presiden RI. Dan doa bersama tersebut juga dilakukan di berbagai daerah, serta diikuti sejumlah kader partai. Puji Tuhan, Allhamdulilah, Maret 2014 Jokowi resmi mendapat rekomendasi sebagai Capres. Oleh karena itu, bisa dibilang ormas Projo-lah sebagai pencetus awal Joko Widodo untuk bertarung dalam Capres RI.

Bahkan Budie Arie, serta dirinya bersama banyak anggota lainnya meyakini sosok Joko Widodo merupakan ‘lembah manah’, yang pro rakyat dan amanah dalam memimpin Negara Indonesia kedepannya. Dan rasanya turut berbahagia Presiden Joko Widodo bisa memegang amanah menjadi Presiden yang baik hingga di periode keduanya ini.

Begitupun dejavu yang berulang di 9 Februari 2020, dimana semua berkumpul mendoakan hal yang sama agar Gibran Rakabumi Raka mendapatkan ‘golden tiket’ di Pilkada Solo, menjadi Bapaknya Wong Solo sebagai Walikota. Hal tersebut lantaran mengingat Gibran masih keturunan Presiden Jokowi, yang bisa mewarisi sikap baik Bapaknya yang mampu bekerja dengan baik jujur dan peduli terhadap sesama.

Dan perlu diketahui pula bahwa setelah acara tersebut, Rara pun membuka Kartu Tarot-nya dimana terambil satu kartu yang dinamakan ‘Two of Sword’ yang dimaknai dengan simbol gambarnya wanita duduk membawa pedang dengan mata tertutup.

Hal ini menurut Rara tentunya terkait situasi dan kondisi di Partai PDIP yang selama 6 bulan terakhir (saat mau memutuskan rekomendasi Pilkada Solo terjadi ada pro dan kontra, red), sehingga, mau tidak mau  harus mendobrak tradisi. Dan terbukti nyata Ketua Umum Megawati 18 juli 2020 akhirnya memberikan rekomendasi. Tapi dengan catatan, Gibran harus jadi kader banteng sejati dan mengikuti sekolah partai.

Rara selanjutnya mengambil tiga kartu tarot lainnya, ternyata tiga kartu tersebut memiliki simbol The Sun (bergambar Matahari dan Ada Anak Yang Naik Kuda, red) yang memiliki makna bahwa Gibran yang masih muda tapi memotivasi diri sendiri untuk mau maju jadi pemimpin meskipun masih awam. Ibarat kata masih meraba-raba, minim pengalaman di dunia politik tapi dia sudah punya tekad yang kuat untuk berani menyinari warga Solo dengan pikiran dan hati yang baik.

Rara TarotKartu Tarot lainnya adalah ‘4 Of Swords’ dengan simbol orang tidur lalu ada Tiga Pedang Menghunus Satu Pedang Sejajar Dibawah Tempat Tidurnya. Hal tersebut jika diamati secara energi spiritual indigo, satu kartu ini berjuta maknanya. Yakni setelah mendapat rekom PDIP itu (mengingat Solo kandangnya banteng, red) banyak yang mendukung, serta mau kompak tegak lurus mengamakan rekomendasi partai, tapi ada asumsi opini negatif ragu apakah sosok Gibran pun akan mengikuti sepak terjang bapaknya seperti belum tuntas menjabat walikota, kemudian njago gubernur belum habis masa satu periode yaitu 5th masa jabatan berani Nyapres. Sejatinya pak Jokowi itu bukan kutu lontak politik, jokowi hanya mengikuti suratan tangan nasib, terlahir sebagai seorang pria bernama Joko Widodo, 21 juni 1961.

“Sudah terbaca takdir-Nya akan mendapat wahyu Mahkota Raja mendapatkan hikmat rahmat Wahyu Keprabon Mahkota Raja, khusus dari Tuhan, wahyu keprabon adalah restu gaib dari Tuhan,para leluhur dan alam semesta. Semacam kepercayaan yang diberikan untuk memimpin suatu kerajaan atau negara. karena pak Jokowi memang sudah ada nasib ketiban pulung wahyu keprabon otomatis mengikuti takdir-Nya menjadi Presiden RI di 20 Oktober 2014 sampai sekarang ini”, jelas Istiati ‘Rara’ Wulandari.

Rara pun mengatakan jangan terlalu khawatir dengan asumsi Gibran akan menjadi kutu loncat di dunia politik, lantaran pada simbol tarot ada sosok pria menggengam bola dunia, angka dua. Dimana dalam sisi kacamata spiritual Gibran telah diprediksi menjabat Walikota Solo Dua Periode, menjadi pemimpin yang santun, adabnya baik, akhlaknya pas dan amanah.

Bagi Rara ini sesungguhnya berkah buat Solo, karena bisa jadi saat Gibran menjabat Walikota Solo, Presiden Joko Widodo sudah pensiun dan menghabiskan waktunya untuk momong cucu di Solo.

Gibran Rakabuming Raka“Jadi akan banyak waktu untuk memberikan pitutur, menasehati berbagi pengalaman, dan bagaimana agar eling lan waspada menjadi Walikota yang amanah, dan berkah buat kemajuan warga Solo. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya”, harap Rara.

Rara meyakini ada energi dari Tuhan, ada restu dari alam semesta, yang sepuh mendukung, yang muda-muda juga mendukung. Ada restu dari alam “sekala-niskala” (alam nyata dan tidak nyata), Gibran seperti tengah mengikuti takdir-nya untuk menjadi Walikota Solo dua periode, kemudian meningkat ke jenjang jabatan politik lainnya. Peluang untuk menjadi Presiden RI berikutnya bisa saja terjadi, tetapi jalannya masih panjang dan tidak bisa ekspres. (rls; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *