In Health

AQUATREAT THERAPY INDONESIA GELAR SEMINAR VIRTUAL PERTAMA KOLABORASI 3 PAKAR KESEHATAN ‘SOLUSI TEPAT HAMIL SEHAT’

BogorARSNewsy-, Penyakit Torch merupakan kelompok infeksi beberapa jenis virus dan parasite yang semuanya memberikan sindrom manifestasi klinik yang hampir mirip satu dengan lainnya, sehingga sulit dibedakan antara penyebab penyakit beberapa jenis virus tersebut dengan parasite Toxoplasma berdasarkan sindrom gejala penyakit. Infeksi Torch dapat juga menyerang inti sel serta semua jaringan organ tubuh, termasuk organ sistem saraf pusat dan perifeir yang mengendalikan fungsi-fungsi gerak, pengelihatan, pendengaran, sistem kadiovaskuler serta metabolism tubuh.

Ir.H. Juanda Aquatreat Therapy IndonesiaAmat disayangkan bahwa penyakit Torch ini kurang dikenal masyarakat khususnya psangan suami istri sehingga usaha pencegahan dan penyembuhannya belum diketahui sebagian besar masyarakat Indonesia secara maksimal. Oleh karena itu Direktur Aquatreat Therapy Indonesia Ir.H.A. Juanda tidak mengenal lelah untuk mensosialisasikan tentang penyakit Torch ini melalui web minar di masa pandemic Covid-19.

Sebagai informasi Torch merupakan singkatan dari Toxoplasma, Others (HIV, Sifilis) Rubella, Citomegalovirus, Herpes, dan Simplek adalah infeksi yang dapat menyebabkan kecacatan pada janin. Faktor penyebab gagal hamil atau keguguran yang terjadi dalam kehidupan suami istri menjadi fokus utama webinar Aquatreat Therapy Indonesia (AQTY). Sebuah pusat konsultasi spesialis Torch (Toxo.Rubella-CMV & Herpes) di Bogor, Jawa Barat dengan tujuan memberikan pengetahuan secara daring.

Seminar virtual pertama di Indonesia dengan tema “Solusi Tepat Hamil Sehat” yang membahas kasus sulit dan gagal hamil dari 3 sudut pandang pakar kesehatan yang baru-baru ini dilaksanakan bisa disaksikan secara gratis di kanal video berbagi Aquatreat Therapy Indonesia. Acara dimoderatori oleh dr. Amalia Andani, MMRS, webinar kali ini menghadirkan tiga pembicara. Yakni Direktur AQTY, Ir H Juanda serta dr Mulyanusa Amarullah Ritonga, Sp.OG(K), M.Kes dan drh Soetrisno, MM.

dr. Amalia Andani, MMRS yang biasa disapa dengan Lia ini mengatakan bahwa kali ini dan pertama kalinya seminar virtual ini mengundang dua dokter, yaitu dr Mulyanusa Amarullah Ritonga, Sp.OG(K), M.Kes spesialis kandungan dan drh Soetrisno, MM. dokter hewan. “Kenapa kami menghadirkan keduanya karena berkaitang langsung dengan permasalahan yang dialami pasangan menikah. Dokter hewan akan membahas tentang toxoplasma yang berasal dari hewan (kucing)”, jelas dokter muda ini.

Dari kacamata ilmu kedokteran, dr. Mulya Nusa Amarullah Ritonga, So.OG(K), M.Kes (Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan) mengungkapkan dua definisi dari keguguran. Mengutip dari definisi Prof Ali Baziad, keguguran adalah hilangnya atau matinya janin dalam kandungan sebelum usia kehamilan 20 minggu atau ketika buah kehamilan beratnya kurang dari 500 gram. Sedangkan keguguran berulang adalah keguguran paling tidak sebanyak dua kali atau berturut turut pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau beratnya kurang dari 500 gram.

”Ada sepuluh penyebab keguguran berulang, yaitu dari genetik, usia, kelainan rahim, antifosfolifid syndrome, trombofilia, kualitas sperma, hormonal atau kelainan metablolisme, gaya hidup, infeksi dan idiopatik,” jelas dr. Mulya Nusa Amarullah Ritonga melalui sambungan video teleconference.

dr. Mulya Nusa Amarullah Ritonga, So.OG(K), M.Kesdr. Mulya juga menambahkan bahwa penyebab keguguran yang disebabkan infeksi yang berasal dari bakteri seperti toxoplasma (terdapat di kotoran kucing) bisa saja terjadi. Seseorang akan terinfeksi toxoplasma bila memakan makanan yang tidak matang, tidak mencuci alat makan atau tangan yang terkontaminasi oocyst, transplantasi organ, transplasental dan inokulasi insidental. Selama kita menjaga kebersihan jangan khawatir bakteri akan masuk ke dalam tubuh kita.

Menanggapi bahaya toxoplasma pada manusia, drh. Soetrisno, MM menjelaskan bila bakteri ini sangat merugikan. ”Dari sisi psikologis, banyak pasangan yang terancam cerai karena tidak kunjung dikaruniai keturunan. Ini harus diperhatikan bagaimana kita menjaga kebersihan karena bakteri ini berasal dari kotoran kucing”, paparnya.

drh. Soetrisno, MM juga meluruskan anggapan tentang toxoplasma adalah virus kucing, tidak benar. ”Banyak orang yang mendengar dari sumber yang salah. Penyebabnya adalah parasit darah, berupa protoza yang hidup dalam sel darah”, ujarnya.

Banyak orang mengatakan bahwa pengobatan Torch itu mahal. Mengapa pengobatannya sangat mahal dan sulit ?. ”Sulitnya karena tidak bisa ditembus. Protozoa ini hidup dan berkembang di sel darah. Butuh waktu tepat untuk mengatasinya, obat-obatan medis tidak tembus. Alhamdulillahnya ramuan dari bapak Juanda ini mampu mengatasinya secara menyeluruh”, ujar drh. Soetrisno, MM.

Sedangkan Ir.H. Juanda (Direktur Aquatreat Therapy Indonesia) dalam seminar virtual itu mengatakan bahwa dia menangani Torch ini sejak tahun 1996. Dimana dia terkena Torch tahun 1990, istri mengalami janin meninggal di kandungan, dua kali keguguran di usia kandungan 3 dan 2 bulan. Serta pengangkatan janin di usia 5 bulan.

Lulusan Fakultas Peternakan ini mempercayakan penanganan infeksi virus yang dialaminya dengan pengobatan medis. Namun selama lima tahun menjalani, tingkat Torch tak menurun sedikit pun. ”Saya mencoba melakukan anjuran dokter dengan cara menelan 8 jenis obat yang harus diminum 5 jam sekali. Melakukan 1,5 tahun uji lab secara rutin namun tidak hilang juga (Torch). Ternyata setelah mengeluh pada dokter, barulah disebutkan bila Torch belum ada obatnya”, beber  Ir.H. Juanda yang saat itu mengaku putus asa.

Seminar Virtual Aquatreat Therapy IndonesiaDitengah keputus asaan, Ir.H. Juanda mendapat ilmu pengetahuan yang berasal dari Sang Pencipta. Sambil berikhtiar dan doa, Juanda menemukan ramuan dari herbal yang ampuh menyembuhkan infeksi Torch. Pengalaman inilah yang kemudian olehnya jadikan sebagai awal proses penyembuhan bagi istrinya.

”Selama tiga tahun dari 1996 hingga 1999, alhamdulillah kami terbebas dari Torch berkat ramuan yang saya temukan dan alhamdulillah saya mendapatkan petujuk dari Allah bahwa ramuan yang saya temukan ini bisa digunakan untuk masyarakat umum”, pungkas Ir.H.A Juanda. (lela; foto tc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *