Art & Culture

SANGGAR KALAMANGSA TAMPILKAN SENI TARI CANTINGMAS DI PAGELARAN PANGGUNG KAHANAN BANYUMAS

BanyumasARSNewsy-, Sejumlah seniman di Banyumas dalam rangka menyemarakan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, menggelar pentas seni berkerjasama dengan Dinporabudpar (Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata) dan pendanaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Banyumas. Pentas ini berisi ekspresi kesenian-kesenian orang Banyumas bertajuk Panggung Kahanan Banyumas.

Sanggar KalamangsaPanggung Kahanan Banyumas digelar dengan tujuan memberi wadah bagi para seniman untuk tetap dapat berekspresi meskipun dalam situasi Pandemic Covid-19. Dengan begitu kegiatan seni di Banyumas tidak akan terputus, dan pentas sendiri dilangsungkan mulai pukul 19.30 WIB sampai dengan selesai.

Panggung Kahanan Banyumas diselenggarakan di Gedung Kesenian Sutedja, dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat sehubungan dengan adanya pandemic Covid-19 yaitu wajib cuci tangan, pakai masker, dicek suhunya, dan Jumlah penonton dibatasi hanya 120 orang, serta saat menyaksikan pentas juga harus jaga jarak.

Acara pagelaran Panggung Kahanan Banyumas dibagi ke dalam dua sesi, yaitu sesi pertama digelar pada tanggal 14 dan 15 Agustus 2020. Sedangkan sesi kedua digelar pada tanggal 21 dan 22 Agustus 2020. Pada sesi kedua ini salah satu penampil adalah Sanggar Kalamangsa yang di pimpin oleh Fetri Utami menampilkan seni tari Cantingan.

Pagelaran seni tari Cantingmas  masih merupakan sajian yang menarik untuk dinikmati selain unik dengan segala keindahan kreasinya dalam panggung kahanan di gedung kesenian Soetedja (21/08). Tari ini menceritakan tentang proses pembuatan batik oleh para pembatik di Kabupaten Banyumas, mulai nyanting, celup, di jemur hingga di pasarkan.

Tari Cantingmas juga sebagai promosi batik Banyumas ke mancanegara, bangga mengenakan batik Banyumas. Bangga batik Indonesia. Tarian Cantingmas  diperagakan oleh anak-anak antara lain Dhinda Aura, Aufa Fedora, Naswa ,Vania,    Lutfinda,   Tiara,   Farah ,Gendhis,   Zahra  dan Dinda nur.Penampilan lebih spektakuler dengan balutan musik Rumpoko Setyo Aji, S.Sn.

Partisipasi Sanggar Kalamangsa  merupakan upaya meningkatkan kecintaan generasi muda pada kesenian tradisional dan melestarikan budaya bangsa, khususnya tari tradisional Banyumasan ujar Fetri disela-sela pertunjukan.

Pagelaran tari  Cantingmasyang dibawakan oleh sanggar Kalamangsa ditampilkan sedemikian rupa sehingga berlansung dengan tidak membosankan. Lebih menakjubkan, kostum dan setiap atribut yang dihadirkan di atas panggung membuat para penonton semakin terkesima. Tentu ini semua hasil kerja keras dari tim Sanggar Kalamangsa.

Sanggar KalamangsaSelain Sanggar Kalamangsa sebanyak tiga belas sanggar seni lainnya juga unjuk kebolehan dalam pagelaran Panggung Kahanan Banyumas. Tiga Belas sanggar tersebut antara lain Sedulur Pantomim PWT, Sanggar Kamajaya, Paguyuban Wacantara, Musik Bambu Bathara Kembar, Wayang Cumplung Jonte, Sanggar Moncer Art, Sanggar Sekar Endah, Teater Kie Bae, Musik Keroncong Hamkri, Musik Komedi Sopsan, BMS Koes Plus Community, Gameltron Karang Panginyongan, dan Pondok Budaya Jabussalam.

Ada sebuah wacana dari Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein untuk membentuk sendra tari sendiri, yang diharapkan nantinya dengan adanya sendra tari akan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Banyumas.

Banyumas optimis untuk kegiatan kesenian akan selalu maju dan tetap bisa membuahkan kreasi yang memukau. Bahkan diwacanakan ini sebagai batu loncatan untuk nantinya di Banyumas punya sendra tari khusus seperti yang ada di Prambanan. (rls; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *