Knowledge

PP IAI RAYAKAN WORLD PHARMACIST DAY (WPD) KE 10 DENGAN RANGKAIAN KEGIATAN EDUKASI CERMAT MENYIKAPI INFORMASI DAN PEREDARAN OBAT ONLINE

JakartaARSNewsy-, Dampak revolusi industri merambah dunia farmasi dengan timbulnya industri-industri obat, sehingga terpisahlah kegiatan farmasi di bidang industri obat dan di bidang “penyedia/peracik” obat (=apotek). Dalam hal ini keahlian kefarmasian jauh lebih dibutuhkan di sebuah industri farmasi dari pada apotek.

Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI)Dapat dikatakan bahwa farmasi identik dengan teknologi pembuatan obat. Hingga saat ini pendidikan farmasi telah berkembang seiring dengan pola perkembangan teknologi agar mampu menghasilkan produk obat yang memenuhi persyaratan dan sesuai dengan kebutuhan.

International Pharmaceutical Federation (FIP) suatu federasi Pharmacist global khusus untuk para pharmacist dan ilmuwan farmasi pada tahun 2009 mengadakan pertemuan di kota Istambul, Turki dalam acara kongres tahunan. Acara ini merupakan kongres ke 69 “World Congress of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences” dalam acara ini ditetapkan setiap tanggal 25 September sebagai Hari Apoteker Se Dunia atau World Pharmacist Day (WPD).

Pada perayaan pertama World Pharmacist Day (WPD) pada tahun 2010 dengan tema “Safety first with medicines, ask your pharmacist.  Tema tersebut menginformasikan kepada seluruh masyarakat bahwa ruang lingkup keilmuan obat-obatan adalah Apoteker. WPD selalu dijadikan momentum untuk menunjukkan kontribusi apoteker agar pasien dan masyarakat pada umumnya mendapatkan manfaat terbesar ketika mengakses obat maupun teknologi kesehatan.

Pada tahun 2020 Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) memperingati World Pharmacist Day ke 10 dengan mengambil tema “Cermat Menyikapi Informasi dan Peredaran obat Online”. Hal itu sejalan dengan tema global yang dirilis oleh FIP yaitu ‘Transforming Global Health’, yang merujuk pada transformasi pelayanan, karya maupun pengabdian apoteker dalam menterjemahkan praktek kefarmasian.

Dunia farmasi juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi saat ini. Salah satu pengaruhnya adalah bagaimana masyarakat mendapatkan akses mengenai obat, alat kesehatan dan informasi secara online. Hingga saat ini pemerintah Indonesia masih tumpang tindih mengeluarkan peraturan mengenai hal ini,terutama menyangkut obat-obat apa saja yang dilarang dalam penjualan online.Sementara akses dan informasi melalui online tidak selalu bisa menjamin keamanan dan keselamatan pasien.

“Sebagai apoteker, kami tahu bahwa akses dan informasi melalui online tidak selalu bisa menjamin keselamatan dan keamanan pasien. Karena itu dalam peringatan WPD kali ini PP IAI mengambil tema ‘Cermat Menyikapi Informasi dan Peredaran Obat Online’, sebab bisa jadi masyarakat sesungguhnya tidak menyadari dampak dan bahayanya mengakses obat, alkes dan informasi secara online bukan dari sumber yang benar dan tepat, namun sebagai panduan paling mudah dan aman membeli obat online adalah di marketplace  farmasi yang kita kenal sebagai apotek atau perusahaan farmasi dan  apoteker nya bisa mudah diakses untuk mendapatkan informasi mengenai obat yang dibeli”, papar apt. Nurul Falah Eddy Pariang, Ketua Umum PP IAI.

Apoteker bertugas memberi layanan farmasi kepada seorang pasien sesuai dengan kondisi penyakit yang dideritanya. Apoteker wajib berkomitmen kepada pasiennya untuk terus memberikan pelayanan kefarmasian sejak dimulainya perawatan yang dilakukan secara menyeluruh. Dalam peringatan WPD 2020, PP IAI mengajak semua anggotanya untuk terlibat memberikan edukasi agar masyarakat dapat terhindar dari dampak yang tidak diinginkan, saat mengakses obat, alkes dan informasi melalui online.

Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Apt Lilik Yusuf Indrajaya, SSi, SE, MM, Ketua Panitia WPD PP IAI 2020 mengatakan bahwa dalam peringatan WPD ke 10 PP IAI selain pemasangan twibbon yang sudah dilaksanakan sejak awal September di media sosial. Hingga saat ini sudah ribuan apoteker yang mengikuti kegiatan ini. Selain itu serangkaian kegiatan juga diselenggarakan, antara lain adalah lomba video edukasi antar PC IAI se Indonesia. Serentak pada 24 September, para peserta lomba sudah mengunggah video edukasi mereka ke kanal Youtube masing-masing Pengurus Cabang.

‘’Saat ini sudah ratusan video yang diunggah. Video-video itu akan dinilai di tingkat Pengurus Daerah terlebih dulu. Pemenang di tingkat Pengurus Daerah akan dikirimkan ke PP untuk dinilai oleh juri nasional yang diketuai oleh Ifa Isfansyah, sutradara peraih Piala Citra tahun 2011 untuk film Sang Penari”, kata Lilik Yusuf.

Webinar Apoteker Berbagi Ilmu Pada Masyarakat untuk kader PKK se Indonesia akan digelar pada Rabu, 30 September 2020, serta apoteker Guru Tamu untuk siswa/siswi SMA dan sederajat pada 8 Oktober 2020. Pada webinar bersama kader PKK se Indonesia, akan hadir sebagai pembicara apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang, apt Erie Gusnellyanti, S.Si, MKM serta apt Yulianto, S.Farm, MPH dengan moderator apt Dra Tresnawati. ‘’Dalam webinar ini, ibu Ketua Tim Penggerak PKK Pusat, ibu Tri Tito Karnavian berkenan memberikan sambutannya”, tambah Lilik Yusuf.

Semarak perayaan World Pharmacist Day ke 10 dengan mengambil tema “Cermat Menyikapi Informasi dan Peredaran obat Online” oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) akan ditutup dengan kegiatan Apoteker Guru Tamu yang akan serentak dilaksanakan pada 8 Oktober 2020 secara virtual. Edukasi bertema ‘Kehati-hatian Menyikapi Peredaran Informasi dan Obat Secara Online’ ini akan diberikan kepada siswa siswi SMA/SMK dan yang sederajat di seluruh Indonesia. (rls; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *