Knowledge

KISAH TUNG DESEM PENYITAS PADEMI COVID-19

JakartaARSNewsy-, Ada banyak cerita yang bisa dipetik sebagai pelajaran tentang mereka yang berhasil sembuh dari serangan penyakit virus Covid-19. Salah satunya datang dari motivator sekaligus pebisnis Tung Desem Waringin (TDW). Pria yang terkenal dengan jargon semangat ini bercerita bahwa dirinya berhasil sembuh dari penyakit yang belum ada vaksinnya itu setelah melewati momen mendebarkan.

Cerita bermula saat dirinya terkena demam usai naik bepergian dengan naik pesawat. Saat di pesawat waktu balik menuju Jakarta, kursi-kursi penumpang terisi penuh namun yang menggunakan masket tidak banyak, atau hanya mereka yang terlihat sakit

Tiga hari kemudian, pada 18 Maret 2020, Tung mengalami demam hebat di malam hari namun kembali normal pada pagi harinya. Kejadian itu terus berulang selama beberapa hari. Kemudian dirinya sempat tak bisa nafas.  Kemudian melakukan cek tes darah dan foto torax.

“Setelah itu saya 95% positif Covid-19. Pada saat itu swab test masih antri panjang dan lama, tidak seperti sekarang,” ujar Tung Desem  dalam talkshow “Titik Balik Penyintas Covid-19” di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Bahkan dalam kondisi demikian, dirinya harus merasakan penolakan di tiga rumah sakit. Namun beruntung, kondisi berangsur pulih begitu menjalani perawatan. Hanya saja, dirinya merasa ada aspek lain yang turut mempercepat recovery dirinya. Ia merasakan merasakan efek luar biasa dari mengkonsumsi cukup air putih setiap harinya. Salah satunya adalah pada waktu pengambilan Analisa Gas Darah (AGD) yang sebelumnya dua kali gagal menjadi lebih mudah.

“Mestinya, menurut saya, pasien Covid-19 diwajibkan minum air putih selama perawatan”, ungkap TDW.

Pernyataan minimnya kepatuhan masyarakat untuk menjalankan prokes khususnya dalam pemakaian masker seperti cerita TDW diatas mendapat pembenaran ilmiah dari Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Sonny B Harmadi.

Sonny mengatakan pada negara-negara yang menerapkan penggunaan masker ketat selama tiga minggu, angka penularan Covid-19 turun drastic. Di Jepang, jika ada masyarakat yang tidak enak badan, otomatis ia sadar menggunakan masker daripada menulari yang lain. Ini merupakan bentuk kepedulian sosial.

“Kepatuhan menjalankan 3M dalam jangka pendek akan mempercepat pandemi berakhir. Dalam jangka panjang, ini mendorong hidup bersih dan sehat”, ungkap Sonny.

3M lanjutnya adalah bentuk kewajiban sosial untuk menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. (wemp; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *