In Health

PERKUAT DETEKSI DINI COVID-19 PEMDA DIMINTA PERKUAT LABOR

JakartaARSNewsy-, Pemerintah Daerah seluruh Indonesia didorong memperkuat evaluasi atas kinerja dan operasional laboratorium yang dimiliki demi maksimalnya upaya deteksi dini kasus Covid-19. Menurut Satgas Covid-19, langkah testing maksimal dan menyeluruh itu perlu dilakukan agar enanganan pandemi yang yang sudah berlangsung lebih dari enam bulan ini bisa lebih menyeluruh.

Stop Covid-19“Berdasar kepada analisis data, terjadi penurunan testing setiap akhir minggu ataupun saat libur panjang. Ini merupakan salah satu tantangan yang sedang kita coba selesaikan”, kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, kemarin

Untuk itu, Satgas pusat terus berupaya meningkatkann koordinasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas laboratorium dan fasilitas pendukung lainnya seperti reagen. Hanya saja, sejumlah kendala masih terjadi hingga saat ini seperti luas wilayah testing yang di luar jangkauan serta jumlah masyarakat yang melebihi proyeksi awal. Maka guna mengatasi hal demikian, masyarakat dapat segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mendapat gejala Covid-19.

Terkait menurunnya jumlah hasil testing, terdapat kendala pada alat testing dan tenaga pemeriksa. Tetapi dari waktu ke waktu sudah ditingkatkan. Koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah daerah dan laboratorium-laboratorium untuk memastikan alat testing dan SDM yang dibutuhkan.

“Karena jumlahnya cukup banyak kita harus memastikan satu persatu. Untuk total alat dan SDM yang dibutuhkan tergantung jumlah penduduk dan luas daerah,” lanjutnya. Dan juga pemerintah saat ini sedang dilakukan perbaikan dan penyelarasan koordinasi pe data dari kabupaten/kota ke provinsi dan ke pusat yaitu ke Kementerian Kesehatan.

Satgas Penanganan Covid-19 mengantisipasi akan adanya update data setelah proses verifikasi di tingkat daerah dan pusat. “Ini merupakan upaya untuk mencapai tingkatan satu data Covid-19 dan interoperabilitas data pusat dan daerah”, jelas Wiku.

Dalam kesempatan sama, pihaknya juga menyampaikan sejumlah evaluasi kerja tim Satgas berkaitan dengan libur panjang yang berlangsung akhir pekan lalu. Berdasar catatan yang dimiliki badan ini, pada masa liburan panjang periode 28 Oktober – 1 November 2020, terjadi peningkatan kunjungan pada destinasi wisata mencapai 90%. Secara umum, wisatawan sudah menggunakan masker saat mengunjungi objek-objek wisata.

Dan objek-objek wisata juga sudah menyiapkan tempat mencuci tangan.  “Dengan memakai masker, maka wisatawan dapat melindungi dirinya dan orang-orang terdekat dari potensi penularan Covid-19. Namun demikian, terlihat masyarakat masih berkerumun hal ini tentu sangat disayangkan”, ungkapnya.

Covid-19Beberapa destinasi wisata yang mendapat sorotan karena masih terlihat kerumunan saat kunjungan wisatawan. Beberapa diantaranya Lapangan Sewandanan  dan Canden di Yogyakarta, Curug Cigentis di Jawa Barat, Tanah Lot di Bali, wisata Malin Kundang di Sumatera Barat dan Gunung Budeg di Jawa Timur. Selain destinasi wisata, lokasi lainnya adalah pusat perbelanjaan dan restoran.

Meski demikian, Satgas Penanganan Covid-19 pusat mengapresiasi jerih payah Satgas Penanganan Covid-19 daerah yang senantiasa melakukan monitoring, edukasi dan penegakan disiplin protokol 3M. Bahkan setiap detik, Satgas daerah memberikan laporan setiap detik melebih 500 laporan dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

“Saya meminta satgas di daerah dapat terus melakukan monitoring ini dan menegakkan disiplin di masyarakat agar penambahan kasus positif dapat terus ditekan”, pesan Wiku. (fauzi; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *