Knowledge

CALON VAKSIN COVID-19 TURUT DORONG PENGUATAN RUPIAH

JakartaARSNewsy-, Negara-negara dan berbagai perusahaan farmasi dunia terus berpacu dalam mencari vaksin penyembuh pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir setahun ini. Perlombaan siapa cepat dalam menemukan obat yang dianggap paling efektif akan sangat menentukan dalam proses pemulihan ekonomi dunia yang saat ini sudah ditubir jurang resesi.

Informasi positif tentang perkembangan proses penelitian dan penemuan obat yang dijalankan oleh berbagai perusahaan farmasi dunia, secara langsung juga berpengaruh kepada nilai tukar mata uang satu negara, termasuk Indonesia. Seperti yang terjadi pada nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Rabu (11/11/2020) ini, dimana mata uang garuda bergerak menguat  seiring perkembangan vaksin Covid-19 yang diperkirakan tersedia dalam waktu dekat. Pada awal pembukaan perdagangan, rupiah menguat tiga tiga poin atau 0,02 % menjadi Rp14.035 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.038 per dolar AS.

“Kabar efektifitas vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi Pfizer asal Amerika yang disebut cukup menjanjikan, menjadi faktor positif untuk aset beresiko perusahaan negara tersebut yang ada di negara berkembang. Itu terjadi lantaran vaksin mereka diklaim memiliki efektifitas mencapai tingkat 90 persen terhadap virus itu”, kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu.

Ditambahkan oleh Ariston Tjendra bahwa itu membuka harapan vaksin akan bisa dirilis cepat untuk membantu pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Investor tetap optimis tentang kemajuan menuju vaksin Covid-19.

Hal senada juga dinyatakan   Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, menurutnya pergerakan rupiah masih dipengaruhi berita bahwa vaksin Covid-19 dapat tersedia dalam waktu dekat sehingga meningkatkan optimisme atas pemulihan ekonomi global.

Perusahaan farmasi asal AS Pfizer Inc mengatakan pada Senin (9/11) bahwa kandidat vaksinnya, yang sedang dikembangkan dalam kemitraan dengan BioNTech Jerman, lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah Covid-19. Klaim tersebut didasarkan pada data dari 94 orang pertama yang terinfeksi virus dalam uji klinis skala besar Pfizer.

Pfizer Inc. datang saat jumlah kasus Covid-19 global melampaui angka 50,8 juta per 10 November 2020, dengan lebih dari 10 juta kasus di AS. Berita tersebut meningkatkan harapan bahwa obat Covid-19 akan segera tersedia. (wem; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *