Knowledge

AKSES ADIL VAKSIN KUNCI UNTUK AKHIRI PANDEMI COVID-19

JakartaARSNewsy-, Akses setara dan berkeadilan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 menjadi salah satu kunci paling penting bagi Indonesia juga semua negara jika ingin pandemi Covid-19 ini berakhir. Kesetaraan itu menjadi penting, khususnya untuk negara-negara yang berpendapan rendah atau miskin dan harus mendapat bantuan untuk bisa keluar dari pandemi yang praktis merontokkan gerak ekonomi banyak negara.

“Akses yang adil bagi semua negara berpendapatan tinggi, menengah, dan juga rendah akan menyelamatkan nyawa, menyelamatkan perekonomian, serta memberikan kita kesempatan untuk mengakhiri pandemi dengan cara terbaik yang paling mungkin”, kata Elen Hoeg dari Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI)   saat berbicara dalam acara Global Town Hall 2020, yang digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Jumat (20/11/2020).

Ditambahkan oleh Elen Hoeg bahwa sebuah analisis mengindikasikan bahwa jika vaksin didistribusikan lebih dahulu ke negara berpendapatan tinggi, 33 % kematian mungkin dihindari, namun jika vaksin didistribusikan secara merata berdasarkan populasi, 61 % kematian mungkin dapat dihindari.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam pidato kuncinya pada sesi diskusi yang sama, juga menekankan bahwa akses yang adil terhadap vaksin Covid-19 menjadi kepentingan nasional setiap negara.

“Dalam dunia kita yang serba terhubung, jika masyarakat di negara berpendapatan rendah dan menengah tertinggal untuk hal vaksin, virusnya akan terus menyebar dan pemulihan ekonomi secara global akan terhambat. Karena itulah, kami ingin mengalokasikan vaksin dengan adil, khususnya untuk pekerja medis, lansia, dan orang dalam kelompok risiko tinggi lainnya”, kata Tedros Adhanom Ghebreyesus

Lebih lanjut, Elen Hoeg menjelaskan bahwa Fasilitas Akses Global Vaksin Covid-19 atau inisiatif COVAX–yang digagas oleh WHO bersama dengan CEPI serta Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI)–merupakan jalan menuju penyebaran vaksin secara adil tersebut.

Tantangan yang muncul saat ini, antara lain “nasionalisme vaksin”, yang menurut Elen Hoeg sebetulnya merupakan strategi negara, khususnya melalui kesepakatan bilateral, untuk mengamankan pasokan vaksin bagi seluruh populasinya.

“Bagaimanapun, selama virusnya masih berada di luar sana, maka ancaman itu selalu ada, sehingga meninggalkan negara yang tak mampu membayar vaksin adalah suatu keputusan problematis bagi seluruh dunia. Dengan keinginan politik dan dukungan finansial, COVAX mempunyai kemampuan untuk melawan ‘nasionalisme vaksin”, pungkas Elen Hoeg. (wem; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *