Knowledge

KESIAPAN INFRASTRUKTUR INDONESIA MEMADAI UNTUK DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19

JakartaARSNewsy-, Bulan November ini pemerintah sudah berencana akan melakukan vaksinasi massal bagi masyarakat seluruh tanah air guna menghilangkan virus Covid-19. Namun oleh sementara kalangan, hal tersebut disangksikan bisa berjalan sukses, mengingat kondisi geografi dan masyarakat yang antara satu daerah dengan daerah lain tidak merata, sehingga upaya membasmi penyakit itu secara serentak disebut tak akan berjalan sesuai rencana.

Namun pendapat tersebut dibantah oleh sejumlah ahli vaksin tanah air yang menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya siap dalam urusan distribusi vaksin tersebut hingga ke pelosok tanah air. Salah satu yang meyakini Indonesia siap tersebut adalah Vaksinolog sekaligus dokter spesialis penyakit dalam Dirga Sakti Rambe. Menurutnya, kekhawatiran soal distribusi itu sama sekali tidak berdasar. Karena sebelum pandemi Covid-19 ini terjadi, pemerintah sudah berpengalaman dalam pendistribusian vaksin jenis lain.

“Perlu diketahui vaksin itu adalah produk biologis yang perlu disimpan dengan cara khusus, karena sensitif terhadap suhu. Mayoritas vaksin disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius, kecuali vaksin polio yang minus 20 derajat celcius. Sejak vaksin diproduksi sampai digunakan di rumah sakit dan puskesmas, transportasinya mesti terjamin suhunya. Dan jangan khawatir, kita sudah berpengalaman. Kita sudah siap”, ujar Vaksinolog Dirga Sakti Rambe di Jakarta, Jum’at (20/11/2020).

Dalam dialog bertema Jalan Panjang Vaksin sampai ke Tubuh Kita, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu, Dirga Sakti Rambe mengatakan sistem rantai dingin yang menjadi salah satu unsur penentu kualitas vaksin juga sudah terbangun dengan baik.

“97 % sistem rantai dingin ini berjalan dengan baik jadi tidak perlu khawatir. Mulai dari pabrik sampai yang menerima di Puskesmas, misalnya di Aceh atau Papua itu semua sudah siap”, kata Dirga Sakti Rambe.

Namun masyarakat tetap diminta bersabar hingga hasil uji klinik fase III selesai dan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar terlebih dahulu, baru vaksin Covid-19 bisa beredar di Indonesia. “Dari data itu nanti ketahuan, berapa besar efektivitas vaksin Covid-19. Setelah itulah produsen mengajukan izin edar ke BPOM. Jadi kalau vaksin sudah mendapat izin edar dari BPOM itu sudah dipastikan keamanan dan efektivitasnya”, papar Dirga Sakti Rambe.

Jika terdapat klaim tertentu dari efektivitas suatu vaksin, itu bisa terima sebagai infomasi. Tapi efektivitas sesungguhnya diterima nanti setelah proses uji klinik fase III selesai dilaporkan. Tak hanya terkait distribusi, pemerintah sendiri melalui  Dr. Reisa Broto Asmoro selaku juru bicara Satgas Covid-19, mengatakan dalam mempersiapkan vaksinasi Covid-19 ini,  Kementerian Kesehatan  telah melatih 7.000 dari 23.000 tenaga kesehatan (nakes) sebagai vaksinator.

“Dan pastinya, manajemen vaksin dan rantai dingin (cold chain) pun dengan cermat dipersiapkan”, pungkas Dr. Reisa Broto Asmoro. (wem; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *