Knowledge

INMENDAGRI UNTUK KENDALIKAN COVID-19 PRIORITAS BAGI TUJUH PROVINSI

JakartaARSNewsy-, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat Instruksi Mendagri yang secara prioritas ditujukan kepada tujuh provinsi terkait upaya pengendalian sebaran pandemi virus Covid-19.  Tujuh provinsi itu terdiri dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur,  Jawaa Tengah, Banten, DI Yogjakarta serta Bali. Kepala  Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan menjelaskan, surat Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 itu, ditanda tangani pada tanggal 22 Januari dan  berlaku hingga  8 Februari mendatang.

Di setiap provinsi tersebut, diuraikan secara lebih rinci daerah atau wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus karena tingkat penderita yang terhitung tinggi. Untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat, daerah yang diprioritaskan adalah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan wilayah Bandung Raya.

Provinsi Banten (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan), Jawa Tengah (Semarang Raya, Banyumas Raya, dan Surakarta dan sekitarnya), DIY (Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulonprogo).cKemudian, Jawa Timur (Surabaya Raya dan Malang Raya), serta Bali, meliputi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar dan sekitarnya.

Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tersebut berdasarkan hasil monitoring yang dilaksanakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) terhadap PPKM tahap pertama periode 11 hingga 25 Januari 2021.

Melalui Inmendagri tersebut, kepala daerah diminta mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19 sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah. Pengaturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang dimaksud, di antaranya membatasi tempat atau kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 75 persen dan work from office (WFO) sebesar 25 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring (online), pembatasan layanan makan di tempat di restoran maksimal 25 persen, hingga pembatasan operasional mal dan pusat perbelanjaan hingga pukul 20.00 WIB. (wem; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *