Knowledge

LULUSAN SARJANA KOMUNIKASI TINGGALKAN KARIER UNTUK DIRIKAN RUMAH TAHFIDZ QUR’AN

JakartaARSNewsy-, Dengan visi tak sekedar cerdas, tapi juga sholeh/sholehah dan misi memuliakan anak-anak yatim piatu dan huafa dengan menghafal ayat-ayat Allah, Ade Hery mendirikan Rumah Tahfidz Qur’an. Ditambah rasa keprihatinannya melihat anak-anak dilingkungan tempat tinggalnya yang tidak mengaji dan ketika ditanya kenapa tidak mengaji mereka menjawab kalo mengaji di TPA harus bayar, sedangkan orang tua mereka tidak punya uang, makin kencang semangat sarjana komunikasi ini dengan tekadnya mendirikan Rumah Tahfidz Qur’an gratis.

Ade Hery Rumah Tahfidz Qur'anMengawali pendirian Rumah Tahfidz Qur’an dimasjid keluarga dan yang pertama kali menjadi donatur adalah dana pribadi keluarganya sendiri. Saat ini Ade Hery dibantu Istrinya Syarifah Aliah Alaydrus dan anaknya M.Akbar Hasyim Rifa’i serta para ustadz dan sudah memiliki 10 cabang Rumah Tahfidz Qur’an yang berlokasi di Bandung Tengah, Bandung Timur, Bandung Utara, Bandung Selatan, Bekasi, Cimahi, Ciwidey, Garut, Sumedang, dan Kalimantan Timur, tentunya semua ini atas campur tangan Allah SWT melalui para donatur.

Dalam menjaring donatur Ade Hery memanfaatkan media social dan selalu meng-update statusnya dengan kata yang unik seperti ‘mari kita mencuri perhatian Allah’, salah satunya. Selain itu menurutnya semakin banyak cabang Rumah Tahfidz Qur’an mudah-mudahan ada kepedulian dari pihak Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi serta berharap santri-santri Rumah Tahfidz Qur’an menjadi ladang amal bagi para donatur serta untuk memberdayakan ummat. Bagi para donatur yang berminat untuk membantu Rumah Tahfidz Qur’an dapat mentransfer ke rekening a/n Rumah Tahfidz Qur’an Anak Bandung: Bank Mandiri 13000-5-13000-88, Bank BJB 00000-18072018, dan Bank BRI 077501011303533

Pakde begitu sapaan akrab Ade Hery sebelumnya berkarier menjadi seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) favorit dikota Bandung, tetapi dia rela mengundurkan diri dari tempatnya mengajar, saat di konfirmasi kenapa mengundurkan diri, “Saya sengaja berhenti mengajar demi mencerdaskan santri-santri tak berbayar, setelah 16 tahun mencerdaskan anak-anak berbayar”, jawabnya.

Padahal saat itu pakde sudah menjadi guru tetap dengan sejumlah jabatan, yaitu wakil kepala sekolah, kepala humas yayasan, tim kreatif yayasan serta konseptor kegiatan sekolah, semua itu di tinggalkan demi bekerja untuk Allah. Bukan hanya pekerjaan sebagai guru yang ditinggalkannya, tetapi kesempatan untuk menjadi seorang selebritis pun dilupakannya.

Pakde pernah mengikuti ajang pencarian bakat program reality show ternama saat itu di salah satu stasiun televisi swasta nasional dan menjadi juara kedua. Seperti diketahui bahwa selesai program acara tersebut banyak tawaran untuk menjajal kemampuannya berakting di beberapa sinetron tetapi ditolaknya.

“Menjadi selebritis harus punya waktu luang, panggilan menjadi guru bagisantri-santri di Rumah Tahfidz Qur’an lebih menantang”, pungkas Ade Hery.(rls; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *