Knowledge

SAKSI AHLI TAK DATANG HAKIM KEMBALI TUNDA PERSIDANGAN TERDAKWA ERNA SUPARTO

JakartaARSNewsy-, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menunda persidangan terhadap terdakwa Erna Suparto yang diduga telah menggelapkan dana 1 Miliar milik Nigiyati Tan. Penundaan terjadi lantaran saksi ahli yang hendak dihadirkan pihak terdakwa tak hadir dalam persidangan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (9/2/2021). Akibat ketidakhadiran saksi ahli bernama Prof. Syaiful Bahri tersebut, hakim memutuskan melanjutkan persidangan dengan agenda pembacaan pledoi yang diagendakan pada Kamis (11/2/2021), di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Pengacara Robin Susanto SHAkibatnya, Nigiyati Tan yang menjadi pelapor atas tindakan yang dilakukan Erna Suparto kembali harus rela menanti lebih lama untuk dapat memastikan nasib uang yang ia harapkan kembali dari terdakwa.

“Sudah sangat lelah, karena ini seperti lari marathon yang berlangsung dalam waktu panjang, namun bagaimana lagi, demi kembalinya hak tersebut, saya harus siap menjalani”, ujar Nigiati ketika tahu persidangan atas tuntutannya itu ditunda beberapa hari ke depan.

Dijelaskan lagi oleh Nigiyati Tan, dirinya sudah membaba gelagat bahwa Erna Suparto sudah tidak mempunyai itikad baik untuk membayar hutangnya. Bahkan menurut Nigiati Tan, saat Erna Suparto punya uang, alih-alih mau membayar kewajibannya itu, Erna Suparto lebih senang menggunakan uangnya untuk menuntut balik Nigiyati Tan secara perdata. “Dari sini saja kita tahu bahwa yang bersangkutan memang tak punya niat baik menyelesaikan masalah ini”, tandasnya.

Sementara Robin Susanto SH yang menjadi pengacara Erna Suparto menjelaskan, pihaknya tak bisa menghadirkan Prof Syaiful Bahri yang akan bertindak sebagai saksi ahli bagi Erna Suparto lantaran persoalan teknis yang dialaminya.

“Saat ini beliau sedang berada di Surabaya dan tidak bisa dihadirkan walau secara online”, kata Robin Susanto SH.

Dirinya menjelaskan pada agenda sidang mendatang yang mengacarakan pembacaan pembelaan pihak terdakwa, alias pledoi, dirinya tetap akan meminta hakim untuk mengembalikan status perkara ini dari pidana menjadi perkara perdata. “Karena ini pada awalnya masalah bisnis, namun karena kondisi ekonomi yang kurang bagus, membuat klien kami tidak bisa menyelesaikan kewajibannya”, ujar Robin Susanto SH

Erna Suparto sendiri terancam hukuman penjara selama 4 tahun akibat kasus hukum yang didakwakan padanya yaitu melakukan penggelapan uang sebesar1 miliar milik Nigiyati Tan. Ancaman kurungan tersebut menanti setelah gugatan perdatanya ditolak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan proses hukum yang tadinya berjalan secara perdata, berubah menjadi masalah pidana.

Adapun menurut jaksa penuntut umum Lina Hendraswari, salah satu sebab yang membuat Erna harus menghadapi masalah ini lantaran tak mampu menghadirkan bukti yang membenarkan dirinya tidak melakukan pengggelapan atau penipuan.  “Pihak terdakwa tidak dapat memberikan bukti slip transferan yang asli. Hanya lampirannya saja. Makanya saya mau masukan dalam tuntutan. Mereka muter muternya ngomongnya. Jadi ya memang terbukti secara sah dan meyakinkan. Telah melakukan penggelapan dan penipuan. Ancaman pidananya itu bisa empat tahun karena kena pasal 372 dan 378”, sebut Lina Hendrawati tentang kasus terdakwa Erna Suparto yang saat ini sedang berada dalam tahanan setelah gugatan perdatanya untuk kasus ini ditolak di PN Jakarta Selatan. (wem; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *