Entertainment

NOT ALL THAT GLITTERS IS GOLD SINGLE TERBARU MASIA ONE AJAK LAWAN PELECEHAN

JakartaARSNewsy-, Single Not All That Glitters is Gold milik Masia One yang rilis 4 Februari 2021 melalui label rekaman Nusantara Records, menyampaikan sebuah pesan yang kuat. Berasal dari reggae namun memanfaatkan banyak pengaruh dari hiphop, pop, dan soul, Not All That Glitters is Gold menawarkan pesan yang menyentuh, berbicara menentang kekerasan yang berbasis gender dan berbagi pengalaman dikehidupan.

Masia One“Lagu ini dibuka dengan lirik yang menggambarkan ‘serigala berbulu domba’, cerita dari lagu ini berdasarkan pengalaman kehidupan nyata selama tur saya di Australia pada tahun 2019”, Masia One dalam siaran pers yang diterima redaksi arsnewsy.com.

Nuansa pop dari sebuah bait yang ada di refrain Not All That Glitters is Gold, tidak semua yang bersinar adalah cahaya, mengingatkan kita bahwa segala sesuatunya tidak selalu seperti yang terlihat. Sensasi reggae yang dihasilkan dari suara bass memberikan dentuman yang keras untuk merefleksikan kata-kata yang kuat yang dicuapkan. Bait ke 2 menggambarkan saat-saat penyerangan, lalu diakhiri oleh seorang artis tamu dan juga yang selamat dari penyerangan tersebut.

Maria One penyanyi sekaligus penulis lagu yang berbasis di Singapore bersama produser Jahwise memulai tahun baru dengan merilis lagu Not All That Glitters is Gold menampilkan General Ling. Lirik-liriknya membahas tema-tema yang sulit seperti penampilan, pelecehan dan kekerasan seksual, dan juga mengajak orang-orang untuk berbicara mengenai perlawanan terhadap pelanggaran. “Saya tidak akan melakukan apa yang diperintahkan, jika apa yang diperintahkan tidak benar”.

General Ling, menambahkan suaranya ke bagian refrain sebagai pernyataan bahwa seseorang yang selamat dari pelecehan seksual akan didengar suaranya. Pola suara drum berubah untuk ketiga kalinya di bait terakhir untuk mencerminkan perjalanan yang berubah, karena liriknya berharap keadilan akan dilayani. Refrain terakhir diakhiri dengan nada melankolis namun penuh harapan untuk mendorong kita semua untuk berbicara menentang pelanggaran dengan bernyanyi.

Suara-suara dilagu ini dipenuhi oleh emosi dan rasa sakit hati yang direkam tak lama setelah kekerasan seksual dilaporkan selama tur. Untuk proses akhir, Jahwise mengirim lagu ini ke Sao Paulo untuk di beri sentuhan akhir oleh Douglas Earl Studios.

Perilisan Not All That Glitters Is Gold disemua platform digital menampilkan Masia One yang lahir di Singapura dan dibesarkan di Kanada, serta mendapatkan gelar di Amerika yang terinspirasi oleh pengalamannya di Jamaica.

Jahwise Productions Sekarang Masia One terhubung kembali dengan akarnya di Asia dan muncul kembali sebagai #FarEastEmpress, berkolaborasi dengan para pendidik dan organisasi seni yang sejalan dengan pesan di lagu Not All That Glitters Is Gold.

“Harapannya adalah untuk melibatkan para influencer yang dapat memimpikan konten yang kreatif dan merek-merek yang dapat mendukung lebih banyak lagi pembahasan mengenai topik-topik yang tabu. Tujuan kami adalah berbagi lebih banyak cerita, mematahkan stereotype dan membahas keselamatan dan kesejahteraan”, pungkas Masia One. (rls; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *