Entertainment

TIGA JURI AUDISI LIDA 2021 SELEKSI KETAT DUTA PROVINSI DKI

JakartaARSNewsy-, Tiga juri audisi Liga Dangdut (LIDA) 2021 Indosiar  ini harus bekerja keras dan melakukan seleksi secara ketat dalam memilih duta-duta dari sejumlah provinsi yang ambil bagian pada kontes dangdut terbesar Indonesia ini. Mereka yang terdiri dari Lesti DA, Nassar dan Fildan DA pada episode final Audisi yang dilaksanakan Selasa (9/3/2020) harus bekerja keras untuk menentukan kontestan yang akan menjadi duta provinsi  Jawa Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Bengkulu.

Duet Juri Audisi LIDA 2021Final Audisi LIDA 2021 dibuka dengan penampilan Sesep (Jawa Barat) yang tidak lain adalah kakak kandung dari Meli LIDA. Namun keberuntungan belum berpihak pada  Sesep (Jawa Barat), berbeda dengan  Meldha (Jawa Barat)  yang berjuang memperebutkan Golden Tiket dengan menyanyikan tiga judul lagu yakni “Tarik Selimut”, “Engkaulah Takdirku”, dan “Jangan Buang Waktuku”.

Nassar, Lesti DA, dan Fildan DA  kompak memberikan “Yes” untuk penampilan  Meldha (Jawa Barat). Golden Tiket pun berhasil diraih Meldha (Jawa Barat) yang disusul dengan Dua Golden Tiket berikutnya yang jatuh ke tangan Cinta (Jawa Barat) dan Farida (Jawa Barat) yang mendapatkan catatan  atas  penampilan  mereka diantaranya  dinamika ketika bernyanyi.

Meldha, Cinta, dan Farida tidak hanya meraih Golden Tiket, mereka pun dinobatkan sebagai Duta Provinsi Jawa Barat yang akan bertarung di babak Top 70 LIDA 2021. Peserta berikutnya Aldi dari Provinsi Bengkulu sukses mencuri perhatian Dewan Juri khususnya Lesti DA. Dengan parasyang tampan   ditambah suara   merdunya, Aldi meluluhkan hati Lesti DA hingga berduet menyanyikan lagu “Cuma Kamu”. Tanpa ragu-ragu lagi, ketiga Dewan Juri memberikan “Yes” untuk penampilan Aldi.

Setelah Aldi, giliran pelajar asal Bengkulu yang masih berusia 17 tahun, Nisa berjuang menampilkan bakat dangdutnya. Meski tampil malu-malu, Nisa berhasil meraih Golden Tiket dari Nassar, Fildan DA, dan Lesti DA. Lagi-lagi keberuntungan berpihak pada Aldi dan Nisa yang dinobatkan sebagai Duta Provinsi Bengkulu yang disambut dengan penuh rasa haru.

Giliran dua gadis asal timur Indonesia yakni Meri dan Fera yang berupaya meluluhkan hati Nassar, Lesti DA, dan Fildan DA. Kisah Meri asal Nusa Tenggara Timur yang telah menjadi penyanyi dangdut sejak di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan penghasilan sebesar Rp 500.000 untuk 2 hari 3 malam. Tidak segan- segan Meri mengajak Fildan berduet menyanyikan lagu “Tidak” sebagai bentuk upaya Meri meyakinkan Dewan Juri untuk meraih Golden Tiket. Sementara itu kisah haru hadir dari Fera (Nusa Tenggara Timur) yang ingin membahagiakan kedua orangtuanya dengan mengikuti kompetisi LIDA 2021.

Upaya Fera menyanyikan lagu milik Lesti DA “Kulepas Dengan Ikhlas” berbuah manis. “Saya senang bisa menemukan karakter suara seperti kamu”, ungkap Nassar.

Selain ingin mengharumkan provinsi Nusa Tenggara Timur, Fera pun ingin membantu biaya pengobatan sang ibu yang sedang menjalani pengobatan akibat penyakit kanker yang dideritanya. Kisah pilu Fera pun membuat Fildan DA menitikan air mata karena mengingat sang ibu. Tanpa ada keraguan lagi ketiga Dewan Juri menobatkan Meri dan Fera menjadi Duta Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Nassar, Lesti DA, dan Fildan DA terus melakukan seleksi untuk menentukan Duta Provinsi   Sumatera Selatan  di  episode Final Audisi LIDA 2021 semalam. Lagu   “Surat   Terakhir” menjadi   lagu   pertama   yang dinyanyikan gadis asal Ogan Komering Ilir – Sumatera Selatan, Alisyah yang sangat mengidolakan Lesti DA.

Alisyah ingin seperti Lesti DA yang berhasil mengangkat derajat keluarga. Golden Tiket menjadi jalan pembuka Alisyah untuk meraih kesuksesan di kompetisi LIDA 2021. Alisyah pun dinobatkan sebagai salah satu Duta Provinsi Sumatera Selatan.

Peserta LIDA 2021Sejauh ini peserta lainnya yang juga lolos di audisi LIDA 2021 adalah  Rio (Sumatera Barat), Cindy (Bali), Dandi (Bali), Jihan (Jakarta), Sawitri (Jakarta), Bila (Kalimantan Timur), Revkal (Gorontalo), Salsa (Jawa Timur), Fawwas (Jawa Timur), Sofyan (Kalimantan Utara), Amanda (Kalimantan Utara), Awan (Lampung), Fandi (Papua Barat), Sakka (Papua Barat), Faisal (Kalimantan Tengah), Halimah (Kalimantan Tengah), Septi (Jambi), Tiara (Jambi), Riyad (Sulawesi Tengah), Hizra (Sulawesi Tengah), Idrus (Banten), Tatu (Banten), Meldha (Jawa Barat), Farida (Jawa Barat), Cinta (Jawa Barat), Alisyah (Sumatera Selatan), Fera (Nusa Tenggara Timur), Meri (Nusa Tenggara Timur), Aldi (Bengkulu), dan Nisa (Bengkulu). (fauzi; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *