Art & Culture

BALAI PUSTAKA DAN RAFLI KANDE BERSAMA KOMPI SERTA SANGGAR SASTRA GELAR PULEH INDONESIA

JakartaARSNewsy-, Menyambut datangnya bulan Ramadhan 1421 H serta menjelang 104 tahun usia Balai Pustaka menyelenggarakan pagelaran istimewa dalam tajuk Puleh Indonesia dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Puleh Indonesia adalah sebuah doa agar Indonesia kembali pulih, baik kondisi, kesehatannya serta ekonomi rakyatnya.

Direktur Utama Balai Pustaka Achmad FachrodjiPagelaran yang sarat dengan budaya Aceh  dihelat Balai Pustaka dan BUMN Untuk Indonesia berkolaborasi bersama Rafli Kande (Seniman Aceh dan juga anggota Komisi VI DPR RI), Fikar W Eda (Penyair Indonesia), Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia (KOMPI), serta Sanggar Sastra menggelar pagelaran berngaran “Puleh Indonesia”. Selain itu hadir juga seniman musik puisi Deavies Sanggar Matahari, dan diiringi oleh Alol serta Keubit Bit.

Direktur Utama Balai Pustaka Achmad Fachrodji dalam sambutannya menyapa para pengunjung di Kafe Sastra Balai Pustaka, Matraman, Jakarta, (9/4) lalu dengan pantun pembukanya, “Indah Berkembang Si Bunga Cempaka, Sinar Rembulan Penghias Angkasa, Selamat Datang Di Balai Pustaka Istana Peradaban Kebanggaan Bangsa”.

“Saya menyampaikan rasa terima kasih kepada Rafli Kande sebagai musikus serba bisa dari Aceh dan Fikar W Eda, yang menghadirkan rapal puisi dan musikalisasi berisikan doa-doa. Saya juga sangat terpesona dengan yang ditampilkan Sanggar Matahari sebagai pengisi acara yang diiring oleh Alol dan Keubit Bit. Saya baru pertama kali mendengarnya sewaktu latihan mempunyai gaung yang sangat bergema dan sangat enak di dengar meski syairnya berbahasa Aceh sampai memyentuh kalbu saya seakan mengerti artinya”, kata Achmad Fachrodji.

Dijelaskan pula oleh Achmad Fachrodji bahwa Balai Pustaka saat ini sedang melaksanakan lomba berbalas pantun tingkat nasional memperebutkan piala menteri BUMN dan berhadiah total 200 juta rupiah. “Harapannya tamu undangan dan pemirsa yang berada dimanapun anda berada, bagi yang belum mendaftar dapat mendaftar dan peserta masih dapat mengirim video, pendaftaran awalnya di tutup tanggal 8 april sekarang di perpanjang sampai 30 April 2021”, ujarnya.

Ditambahkan oleh Direktur Utama Balai Pustaka bahwa daerah Pontianak menyelenggarakan lomba gambus berpantun dan pesertanya langsung membuat video untuk didaftarkan. Target mereka mencapai 1000 peserta, dimana dalam sejarah berbalas pantun nasional belum pernah ada pesertanya mencapai 1000 peserta. Sampai hari ini peserta yang mendaftar sudah mencapai 400 baik BUMN maupun umum.

“Saya harapkan seluruh peserta dimana pun berada nantinya akan menjadikan pantun ini benar-benar, karena sudah diakui dunia akan berada dihati masyarakat Indonesia. Kain Katun Bercorak Kembang, Berbahan Sutra Berjahit Benang. Mari Berpantun Dengan Berdendang Rebut Juara Jadilah Pemenang”, kata Achmad Fachrodji.

Fikar W Eda dan Alol Puleh IndonesiaMuhhamad Nasir Djamil, M.Si.anggota Komisi III DPR RI yang turut hadir dalam acara Puleh Indonesia mengatakan Balai pustaka ini dapat membahagiakan peradaban di Indonesia. Kata Bale di Aceh, sangat akrab diartikan sebagai tempat orang duduk atau tempat untuk dapat berbincangan apa saja. “Dari bahasa Indonesia yakni Kata Balai. Bahasa Acehnya Bale tentu punya kesamaan menjadi pusat cikal bakal peradaban yang ada di tempat tempat pendidikan, juga di pesantren, yang semuai itu untuk membangun peradaban manusia”, ungkapnya.

Sedangkan Rafli Kande, Anggota Komisi VI DPR RI yang juga seorang musikus dan penyair ini menambahkan bahwa Balai Pustaka merupakan bagian dari mitra Komisi VI DPR RI, dimana BUMN ada disana pula. Semoga BUMN dan Balai Pustaka selalu beruntung setiap tahun.

Apa yang diucapkan oleh Rafli Kande langsung disahut lantunan pantun oleh Direktur Utama Balai Pustaka untuk Menteri BUMN, Erik Tohir. “Dari Surabaya Kirim Ke Madura, Bawalah Kurma Dan Buah Markisa, Badan Usaha Milik Negara, Maju Bersama untuk Indonesia”.

Rafli Kande Seniman Aceh dan Anggota Komisi VI DPR RIDilanjutkan Rafli Kande, bahwa semangat untuk berinteraksi, berkegiatan, semangat adaptasi dan dimana diseluruh sisi kehidupan melakukan interaksi-interaksi kembali agar semangat semakin produktif. Dan bicara pandemi, maka itu butuh imun, butuh suasana. Itu bisa kita bangun rohani dan jasmani yang menyatu didalam tubuh kita. Dirinya pun berharap, melalui berkesenian hal itu juga menjadi sangat penting. Selain tentunya melalui peristiwa peristiwa lainnnya.

“Lagu yang saya bawakan, adalah lagu-lagu lama dari tahun 1999 sampai sekarang. Melalui gelaran musikalisasi puisi ini, karena kita berasal dari Aceh. Saya mempunyai karya-karya berbahasa Aceh, tetapi secara musikalisasi sangat universal. Lantaran syair-syair didalamnya berbicara tentang bagaimana membangun semangat baru”, pungkas Rafli Kande. (lela; foto tcs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *