Entertainment

MUSIM KE 14 SINETRON PPT DI RANTING SATU

JakartaARSNewsy-, Rating satu adalah impian setiap pengisi acara televisi. Karena hal tersebut membuktikan program yang ditawarkan banyak disukai. Cerita dan kebahagiaan itu yang kini sedang dirasakan oleh kru dan pemain Sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) 14. Pasalnya, sinetron produksi Citra Sinema yang tayang setiap ramadhan sejak 14 tahun lalu itu berhasil merebut posisi rating satu di acara Ramadhan yang tayang pada waktu bersaman pada stasiun lain.

Dedi Mizwar Para Pencari TuhanDeddy Mizwar dan Jarwo Kwat mengucap rasa syukur atas perolehan rating sinetron ini. Itu menunjukkan PPT yang memang dijadikannya sebagai sarana untuk menghibur sekaligus menanamkan nilai nilai positif ke penonton semakin diminati.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat menyatakan konflik yang lebih hebat dengan tensi labih tinggi lagi masih ada dalam episode mendatang.

“Ini belum pada puncak konflik, belum pada puncak kesedihan, belum pada puncak yang sangat memberikan pelajaran bagi kita. Semakin tinggi (episode) semakin rumit, tapi sebenarnya sederhana”, kata Deddy Mizwar dalam jumpa pers virtual Rabu (21/04/20201).

Adegan konflik yang menguras emosi dimaksud Dedi Mizwar ada pada bagian saat dirinya yang berperan sebagai Bang Jack bertengkar hebat dengan Pak Jalal (Jarwo Kwat).

Bahkan keduanya nyaris beradu fisik lantaran Pak Jalal memaksa Bang Jack menghentikan aktivitas syuting dan memintanya fokus ke masjid. Emosi Bang Jack meninggi dan nyaris menghunuskan golok yang ada di pinggangnya tak kala Pak Jalal menyebut dirinya main sinetron supaya mendapatkan popularitas dan bisa bersama dengan perempuan-perempuan cantik.

Dedi Mizwar mengungkapkan, adegan tersebut menampilkan karakter kekanak-kanan baik Bang Jack maupun Pak Jalal. “Dua duanya kayak anak kecil kekanak kanakan abadi”, ucapnya

Jarwo Kwat menambahkan, selama 14 tahun sinetron ini tayang baru kali ini Pak Jalal dan bang Jack terlibat pertikaian cukup alot. Sebelum-sebelumnya mereka memang sudah sering ribut namun tingkat keributannya terbilang biasa.

Dia mengungkapkan, sangat bersyukur bisa bermain dalam sinetron ini. Sebab Jarwo Kwat banyak belajar tentang akting sekaligus mendapatkan nilai-nilai positif. “Sebelum take saya harus latihan dulu dialog-dialognya sama Pak Haji. Meskipun beliau aktor besar tapi tetap reading dan latihan dulu sebelum syuting. Dan itu wajib, itu yang membuat kita lumayan pintar. Pak Haji bilang, jangan hanya dihafal tapi dipahami”, kata Jarwo Kwat.

Senada dengan yang disampaikan Jarwo Kwat, Deddy Mizwar memang selalu latihan sebelum syuting guna pemantapan karakter. Sehingga dapat benar-benar siap ketika berada di depan kamera.

Kepada para pemain, Deddy Mizwar tidak meminta adegan dihafalkan dialognya. Dia meminta mereka untuk memahami sekaligus menghayatinya.

“Kalau untuk menghafal lebih cepat anak-anak umur 5 tahun. Yang lebih penting memahami. Makanya setiap karakter di PPT menjadi hidup”, ucap Deddy Mizwar. (fauzi; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *