Women Insight

BINTANG PUSPAYOGA TEKANKAN PENTINGNYA SINERGI UNTUK CAPAI KESETARAAN GENDER

ARSNewsy-, Banyak hal yang bisa dilakukan masyarakat untuk dapat memberikan kehidupan yang lebih baik dan setara bagi perempuan, hal tersebut dikatakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Bintang Puspayoga. Kerentanan perempuan bukan disebabkan karena dirinya lemah. Pemikiran dan konstruksi sosial patriarki menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah dari laki-laki.

“Kondisi bias gender ini membawa perempuan pada berbagai permasalahan, seperti stigmatisasi, stereotype, marginalisasi, bahkan kekerasan berbasis gender. Perempuan pun seringkali dinomorduakan dalam mendapatkan akses, berpartisipasi dalam ranah publik, ikut serta menentukan arah pembangunan, bahkan menerima hasil manfaat pembangunan,” ungkap Bintang Puspayoga dalam Penutupan Musyawarah Pelayanan Moria Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Tahun 2021 secara virtual.

Menanamkan prinsip kesetaraan sedini mungkin, seperti menjamin kesempatan meraih pendidikan bagi anak laki-laki maupun perempuan dan pendampingan bagi korban kekerasan dengan mengedepankan perspektif perempuan sehingga penyintas tidak mendapatkan diskriminasi ganda adalah salah satu hal yang bisa dilakukan.

Bintang Puspayoga mengatakan Kemen PPPA telah melakukan berbagai upaya untuk mengurai problematika dan mencari solusi guna memajukan dan memberdayakan kaum perempuan. Namun menurutnya, upaya tersebut tidak tidak akan optimal tanpa adanya sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan.

“Peran akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, sangatlah dibutuhkan dalam memberi dukungan melalui diseminasi informasi, mengawal implementasi, hingga memberikan evaluasi dan masukan. Kami sangat terbuka terhadap berbagai masukan, saran, dan kritik yang membangun dari semua pihak”, ujar Menteri PPPA.

Dukungan dan kerja nyata dari masyarakat ini penting untuk dilakukan. Pasalnya, saat ini berbagai dinamika sosial yang terjadi di masyarakat banyak dipengaruhi pemikiran dan konstruksi sosial yang kurang tepat sehingga menyebabkan perempuan masih dikategorikan sebagai kelompok rentan.

Melihat jumlah perempuan Indonesia yang besar, yaitu 49,42 persen dari populasi di Indonesia atau sekitar 133,54 juta jiwa, dapat dikatakan perempuan adalah penopang hidup bangsa. “Bersama-sama, mari kita jaga potensi-potensi perempuan Indonesia untuk membawa perubahan baik, tidak hanya untuk dirinya, namun juga keluarga, masyarakat, dan pada akhirnya negara”, kata Bintang Puspayoga.

Senada dengan Menteri PPPA, Ketua Umum Moderamen GBKP, Krismas Imanta Barus mengatakan kaum perempuan merupakan aset yang bisa menjadi sendi-sendi pembangunan serta penopang kehidupan bangsa dan negara. “Kami sungguh mengucap syukur untuk arahan dari Ibu Menteri. Ini mengingatkan kami betapa berharganya kaum perempuan dan kaum ibu, baik di tengah masyarakat, keluarga, dan negara kita”, tuturnya.

Krismas Imanta Barus menambahkan dari sekitar 350 ribu jemaat GBKP, lebih dari 73 ribu diantaranya merupakan perempuan. “Jumlah ini signifikan dalam proses hadirnya gereja dalam membawa kebaikan dan proses pembaharuan bagi masyarakat karena kami dipanggil untuk menjadi berkat dan membawa tatanan baru bagi bangsa Indonesia”, tutupnya. (rls; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *