Art & Culture

KBRI BERLIN GELAR LOKAKARYA GAMELAN JAWA

ARSNewsy-, Lokakarya Gamelan Jawa dalam Musikalische Werkstätten digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin melalui Rumah Budaya Indonesia (RBI) yang dikelola Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI. Perhelatan musik yang digelar untuk ke-29 kalinya oleh Akademi Musik Negara Bagian Berlin-Brandenburg (Landesmusikakademie Berlin-Brandenburg). Kegiatan ini diikuti pelajar kelas 3 hingga 13, dari tiga sekolah lanjutan tingkat atas (gymnasium).

“Sekolah-sekolah yang mengikuti kegiatan ini berasal dari Lichtenberg-Hohenschönhausen, Treptow-Köpenick, serta Marzahn-Hellersdorf dan Pankow. Acara digelar di FEZ Berlin pada 14 s.d. 18 Juni 2021 lalu. Saya sangat bersyukur RBI dapat mengikuti kegiatan ini.Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti lokakarya musik,” jelas Atdikbud Berlin, Ardi Marwan.

Sementara itu Koordinator RBI Berlin, Birgit Steffan, mengungkapkan bahwa RBI mendapatkan kesempatan berharga bisa memberikan materi lokakarya tentang Gamelan Jawa dalam Musikalische Werkstätten tahun ini. Birgit Steffan yang sempat lima tahun tinggal di Surabaya itu menuturkan bahwa sekolah-sekolah yang mengikuti kegiatan ini memang berisi para siswa yang unggul dalam kesenian, terutama musik.

“Karena itulah, para siswa tersebut tidak merasakan kesulitan ketika diajarkan untuk membuat musik dengan gamelan, walaupun pada kesempatan ini merupakan pengalaman pertama mereka memainkan alat musik tersebut. Para siswa juga sangat menikmati ketika diajar untuk memainkan gamelan”, jelas Birgit Steffan.

Pemateri dalam lokakarya Gamelan Jawa adalah Trinawangwulan Sudarga, guru grup Gamelan Jawa di RBI Berlin. Dalam ltidak hanya diberikan pengajaran tentang bagaimana memainkan gong, kendang, atau kenong, tapi juga membawa para siswa lebih jauh mengenal Indonesia.

“Mereka diberikan pengetahuan tentang sejarah gamelan dan kebudayaan Indonesia, sehingga tidak hanya mampu memainkan gamelan, melainkan bisa mengenal Indonesia dalam konteks yang lebih luas. Biasanya, setelah lokakarya, ada penampilan peserta. Tapi, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, kali ini mereka hanya diajarkan bermain musik,’’ ungkap Trinawangwulan Sudarga.

Sebagai informasi, Musikalische Werkstätten merupakan kegiatan tahunan. Pada 2020, kegiatan ini ditiadakan karena situasi pandemi dan kembali dilanjutkan pada 2021. Pada pelaksanaan acara, penyelenggara mengimbau para peserta untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para peserta harus menjaga jarak dan setiap peserta hanya memainkan satu alat musik selama acara berlangsung.

Dalam kegiatan peserta tidak hanya mendapatkan lokakarya Gamelan Jawa saja, tetapi mereka dapat berpartisipasi dalam lebih dari 30 lokakarya  musik dan tari. Beberapa tema lokakarya yang ditawarkan, yakni orkes, perkusi Latin, paduan suara, beatboxing, tari jazz, tari Salsa, tari tradisional Vietnam, dan tari hiphop.

Atdikbud Ardi menjelaskan, bahwa kegiatan-kegiatan RBI Berlin secara perlahan akan dihelat secara luring. Selain lokakarya gamelan, partisipasi RBI Berlin dalam Fête de la Musique 2021 pada 20-21 Juni lalu, menjadi salah satu test case untuk kembali menggelar kegiatan secara luring. Selama setahun terakhir, berbagai kegiatan RBI Berlin berpindah dari luring ke daring akibat pandemi. Namun, seiring situasi pandemi mulai mereda di Jerman, peluang untuk kembali mengadakan kegiatan secara langsung pun menjadi kian terbuka meksipun tetap dengan protokol kesehatan ketat sesuai aturan pemerintah setempat.

“Namun, untuk kegiatan-kegiatan rutin seperti sarasehan, temu sastra, dan sinema, masih berlangsung daring.  “Mungkin mulai September kami mulai akan membawa kegiatan kembali luring. Semoga situasinya terus membaik”, harap Atdikbud Ardi. (am; foto dia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *