In Health

PANDEMI COVID-19 DORONG PENGUATAN SISTEM KESEHATAN DAN PERTUMBUHAN INDUSTRI FARMASI DALAM NEGERI

ARSNewsy-, Bagi Indoneesia, salahsatu sisi positif Pandemi Covid-19 terpacunya penguatan sistem kesehatan nasional menuju Indonesia yang mandiri dan memiliki ketahanan kesehatan yang baik. Lngkah aksinya antara lain dengan terus mendorong berbagai upaya penguatan, termasuk percepatan kemandirian dan pengembangan fraksionasi plasma yang menghasilkan produk derivat plasma agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan meningkatkan daya saing industri dan kapasitas industri Indonesia.

“Berdasarkan pengalaman dalam penanganan Covid-19, kita melihat bahwa kemampuan industri farmasi dalam negeri menjadi penting karena selain menyelamatkan devisa negara juga menciptakan respon yang cepat terhadap kebutuhan dalam negeri”, kata Menko Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara dalam satu cara yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia di Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Airlanngga Hartarto menambahkan, sejumlah regulasi telah dikeluarkan pemerintah yang itu menjadi  bukti keseriusan  dalam upaya pengembangan fraksionasi plasma. Salah satu beleid itu adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2019 yang mengatur mengenai Penyelenggaraan Fraksionasi Plasma.

Dalam PP Nomor 7 Tahun 2011, Pemerintah membuat regulasi yang memungkinkan badan usaha berbadan hukum yang telah memiliki izin produksi dari Menteri untuk menjadi fasilitas penyelenggara fraksionasi plasma. Produk hasil fraksionasi plasma harus memenuhi standar mutu keamanan dan kemanfaatan untuk melindungi pengguna produk.

Lebih lanjut, Permenkes Nomor 15 Tahun 2019 mensyaratkan fasilitas fraksionasi plasma untuk memiliki sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk produk obat derivat plasma sehingga konsumen dapat meyakini bahwa produk derivat plasma yang dihasilkan berkualitas baik.

“Salah satu target Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional adalah peningkatan kemampuan produksi dalam negeri, terutama vaksin, terapeutik, dan termasuk urusan darah. Terkait fraksionasi plasma ini regulasinya sudah ada, tinggal implementasinya bahwa ini tidak hanya melibatkan BUMN tetapi juga boleh melibatkan swasta”, pungkas Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Partai Golkar tersebut. (wem; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *