Knowledge

PENGENDALIAN PANDEMI COVID-19 GANTUNGAN BAGI PERTUMBUHAN MASA DEPAN EKONOMI

ARSNewsy-, Dalam dua bulan terakhir, temuaan kasus baru penderita virus Covid-19 di Indonesia konsisten dibawah rata-rata yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia atau WHO. Sebuah kondisi yang membuat upaya untuk melakukan akseslerasi pertumbuhan ekonomi bisa mencapai target yang diharapkan. Namun, selama virus itu masih ada dan obat untuk menekan masih belum seratus persen sempurna, maka kerja keras tetap menjadi satu-satunya cara agar kondisi saat ini bisa dipertahankan.

Saat ini berkat keberhasilan mengendalikan  virus tersebut pada triwulan-III 2021 memberi ruang bagi naiknya pertumbuhan ekonomi ke angka 3.51 persen (dibanding tahun lalu) atau sudah melebih dari situasi sebelum pandemi. Kenaikan tersebut didadasari pada optmimisme meningkatnya perekonomian terlihat gerak data supply dimana konsumsi rumah tanggaa yang jadi kontributor utama dan terus terjaga pada pertumbuhan yang positif. Serupa juga di disi demand di mana berbagai sektor tumbuh positif dan memiliki resiliensi baik di tengah pandemi Covid-19.

Dengan terkendalinya kondisi pandemi, khususnya di Indonesia, hal ini meningkatkan kepercayaan diri masyarakat yang akhirnya lebih sering bermobilitas kembali untuk kegiatan sehari-harinya. Upaya pengendalian pandemi yang efektif berhasil membuat peningkatan mobilitas ini tidak diikuti dengan peningkatan kasus.

“Namun, kita tetap perlu mengantisipasi potensi lonjakan ke depan yang akan terjadi pada Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, keseimbangan antara ‘Rem dan Gas’ akan terus dijaga agar momentum pemulihan ekonomi tidak terganggu”, ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara dalam satu acara di Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Berbagai indikator utama menunjukkan perbaikan di awal Triwulan IV-2021. Aktivitas manufaktur telah kembali ke level ekspansif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga menunjukkan perbaikan yang signifikan hingga ke level optimis, yakni 118,5.

“Sejalan dengan konsistensi penurunan kasus harian Covid-19 yang diiringi dengan pelonggaran PPKM di berbagai daerah, indikator lainnya diperkirakan juga akan mulai kembali menguat di Triwulan IV-2021”, imbuh Menko Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Dengan berbagai kondisi yang membaik tersebut, lanjut Ketua KPC PEN ini menyebut,  perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh pada Triwulan IV-2021 sebesar lebih dari 5%, sehingga secara full year 2021 diperkirakan mencapai 3,5% hingga 4%. Sementara di 2022 ditargetkan mencapai 5,2%.

“Ke depan, pertumbuhan akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi, respon kebijakan ekonomi yang tepat, serta penciptaan lapangan kerja, dan kesiapan bertransformasi”, ucap Menko Airlangga Hartarto.

Yang pasti, “Percepatan vaksinasi akan terus dilakukan Pemerintah agar mencapai target yang ditetapkan. Hingga 13 Desember 2021, telah disuntikkan lebih dari 250 juta dosis vaksin yang terdiri dari 147,04 juta dosis vaksin pertama dan 103,13 juta dosis vaksin kedua”, pungkas Airlangga Hartarto. (wem; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *