Community

INI CAPAIAN KERJA BAZNAS SEPANJANG TAHUN 2021

ARSNewsy-, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Periode 2020-2025  yang dilantik pada September 2020 mencatat sejumlah kemajuan dan capaian kendati harus bekerja ditengah ragam pembatasan akibat pandemi covid-19.  Lembaga yang saat ini dipimpim oleh Prof.Dr.KH. Noor Achmad, MA, yang baru resmi bekerja pada Januari 2021 sejak awal sudah menetapkan sejumlah program prioritas yang harus dilaksanakan secepatnya, salah satunya adalah memperluas pengenalan lembaga ini di tengah masyarakat.

Prof. Dr. KH, Noor Achmad Ketua BAZNASDalam bentuk pelaksanaannya, lembaga ini lalu memperkenalkan program Gerakan Cinta Zakat ditengah masyarakat dan mendapat dukunga penuh dari seluruh BAZNAS di seluruh Indonesia berserta dengan para gubernur, bupati, dan walikota. “Kampanye program ini dilaksanakan pada ramadhan tahun lalu dan pencanangannya dihadiri langsung oleh presiden Joko Widodo di Istana Negara”, kata Ketua Baznas Prof. Dr. KH, Noor Achmad dalam acara Tasyakuran Satu Tahun Pimpinan Baznas 2020 – 2025,  bersama media  di kantor BAZNAS, Jakarta, Rabu, (5/01/2022).

Ditambahkan oleh Ketua Baznas bahwa, kegiata tersebut merupakan bagian dari upaya pemenuhan target pengumpulan Zakat Infak Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan lain (DSKL) secara nasional yang sebesar Rp26 Triliun pada 2022. “Adapun besaran perolehan pengumpulan ZIS DSKL Nasional pada tahun 2021 mencapai Rp 11,5 triliun”, kata Prof. Dr. KH, Noor Achmad.

Sementara untuk Baznas Pusat sendiri, sepanjang tahun 2021 lembaga ini berhasil menghimpun ZIS dan DSKL sebesar Rp. 513,2 miliar atau naik 102 persen dari target awal tahun sebesar Rp.503 miliar. Disamping mengejar kenaikan jumlah pengumpulan ZIS, lembaga ini juga memperkuat diri secara kelembagaan. Mengingat peran yang dimiliki sangat penting dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah, namun banyak masyarakat dan pemerintah daerah yang yang menganggapnya hanya sebagai ormas atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Kami bersyukur akhirnya banyak pemerintah daerah yang sadar dan menempatkan Baznas sebagai lembaga resmi non struktural pemerintah dan mulai ada yang mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mereka setiap tahun”, ungkap Prof. Dr. KH, Noor Achmad.

Namun, penguatan serta penerimaan tersebut tak membuat Baznas bisa bersantai-santai. Karena dibalik itu semua tanggung jawab untuk membuat lembaga menjadi kredibel juga mensyaratkan adanya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) agar organisasi ini menjadi lebih berkualitas.

Capaian Kerja BAZNAS 2021“Kami harus seleksi agar yang terpilih tahu persis bagaimana menjalankan tugas organisasi BAZNAS di daerahnya masing-masing”, papar Prof. Dr. KH, Noor Achmad seraya menambahkan bahwa asesment serupa juga berlaku untuk Baznas pusat.

Selain SDM, Baznas pusat juga melakukan penguatan infrastruktur IT dalam bentuk digitalisasi perkantoran, yang hal serupa juga dilakukan untuk Baznas seluruh Indonesia. Tujuan digitalisasi pengumpulan zakat itu akan diterapkan untuk seluruh daerah Indonesia. “Sehingga nantinya hanya menggunakan satu langkah semua bisa mengetahui dan diketahui apa yang sedang dilakukan oleh Baznas. Dan ini sedang kami lakukan dan progresnya sudah 50 persen, dan tinggal 50 persen lagi, mudah-mudahan diawal tahun ini sudah selesai”, ujar Prof. Dr. KH, Noor Achmad lagi.

Adapun penguatan lain yang tak kalah pentingnya adalah penguatan jaringan, tak hanya internal Baznas tapi juga dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ), mitra kerja seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau juga kementerian dan lembaga, baik dalam dan luar negeri.  Sementara untuk jaringan internasional, Baznas akan membuka jaringan ke berbagai kedutaan negara-negara tetangga dan negara asing lainnya.

Capaian Kerja BAZNAS 2021Sementara untuk kinerja sepanjang tahun 2021 lalu, capaian ciamik juga berhasil dibukukan seperti kenaikan penerimaan ZIS yang sebesar 33 persen dibanding tahun sebelumnya. Zakat Fitrah dan qurban online naik diatas 100 persen.

“Dari apa yang kita lakukan ternyata jumlah muzakinya adalah kalangan Milenial yang menyentuh angka 70 persen Milenial yang melakukan qurban online. Pertumbuhan tersebut terjadi di masa pandemi Covid-19 yang itu juga menunjukkan bahwa kesadaran beragama anak-anak muda berusia 25-30 tahun tersebut ternyata cukup tinggi”, kata Prof. Dr. KH, Noor Achmad. (wem; foto tcs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *