Art & Culture

RAJA DAN SULTAN SE-NUSANTARA IKUTI HUT RI DI BALI

ARSNewsy-, Festival Adat dan Budaya Nusantara I pada 18 – 19 Agustus 2022 di Bali menghadirkam para Raja dan Sultan beserta masing-masing permaisurinya dari penjuru Nusantara berkumpul mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI ke-77 di lapangan Niti Mandala Renon Bali (17/8). Sekaligus melakukan pengukuhan dan pelantikan kepengurusan wadah bertajuk “Masyarakat Adat Nusantara (Matra)” ini.

Raja dan Sultan Se Nusantara Ikuti Upacara HUT RI Di BaliPanitia peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 ternyata sudah menyiapkan deretan kursi khusus bagi 200 lebih keluarga besar Raja dan Sultan yang dari dari penjuru Nusantara. Di antaranya tampak Kanjeng Gusti Pangeran Raja Adipati Arya Djipang II Barik Barliyan Surowiyoto, SH dari Kerajaan Djipang Cepu Blora Jawa Tengah, trah Prabu Siliwangi dari kerajaan Pajajaran, dan lainnya.

Usai secara khidmat mengikuti prosesi upacara detik-detik kemerdekaan RI ke-77 Ketua Umum Masyarakat Adat Nusantara (Matra), Andi Baumalik Bararamasih Karendra Tukadjanangan dari Kerajaan Gowa mengungkapkan, terbentuknya Matra dipicu keinginan demi menumbuhkembangkan rohnya Bhinneka Tunggal Ika. Karena dipicu oleh keprihatinan atas lunturnya rasa persatuan dan kesatuan di tengah warga masyarakat Indonesia. Padahal Negara Kesatuan Republik Indonesia didirikan dengan filosofi “Walau berbeda-beda namun tetap satu jua”.

“Kami para raja dan sultan (Se Nusantara) berkumpul di Provinsi Bali Ini dalam rangka mengikuti upacara, memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 77. Sekaligus menghadiri Festival Adat dan Budaya Nusantara pertama, serta pengukuhan dan pelantikan penguru DPP Matra (Masyarakat Adat Nusantara, red.) Tahun 2022 s/d 2027. Semoga seluruh kegiatan para raja dan sultan di Provinsi Bali ini bisa berjalan lancar”, jelas Andi Baumalik Bararamasih Karendra Tukadjanangan didampingi jajaran pengurus Matra lainnya.

Secara terpisah penguasa Kerajaan Djipang – Cepu Blora Jawa Tengah, Kanjeng Gusti Pangeran Raja Adipati Arya Djipang II Barik Barliyan Surowiyoto, SH menandaskan bahwa terbentuknya NKRI juga berkat jasa serta sumbangsih para raja dan sultan se Nusantara.

BACA JUGA :  BEDHAYA ELA-ELA

Mengingat saat Bung Karno hendak memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia selain tidak mempunyai uang juga belum memiliki wilayah. Mengingat saat itu wilayah Nusantara dalam kekuasaan para raja dan sultan di daerahnya masing-masing.

Raja dan Sultan Se Nusantara Ikuti Upacara HUT RI Di Bali“Demi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dulu para raja dan sultan menyumbangkan harta benda sebagai modal mendirikan sebuah negara. Bahkan dengan sukarela pula menyerahkan wilayah kekuasaannya demi lahirnya NKRI dengan satu tekad Bhinneka Tunggal. Akan tetapi meski sudah 77 tahun berlalu, para raja dan sultan terkesan dibiarkan begitu tanpa adanya kepastian seperti apa peranan, hak dan kewenangan dalam membangun NKRI ini”, ungkap Barik Barliyan Surowiyoto SH

Sedangkan pelaksanaan rangkaian upacara HUT Kemerdekaan RI ke-77 di lapangan Niti Mandala Renon Bali tersebut mendapat tanggapan salah satu perserta yang enggan disebutkan namanya. Ia menyayangkan dalam upacara kemerdekaan tersebut tanpa dibacakan teks Pembukaan UUD 1945. Padahal dalam pembukaan UUD 1945 itulah menuangkan nilai-nilai filosofi, pemikirna ideologi serta tujuan didirikannya NKRI.

Raja dan Sultan Se Nusantara Ikuti Upacara HUT RI Di Bali“Sangat disayangkan Mas, mengapa momentum penting peringatan HUT Kemerdekaan RI seperti ini tidak dibacakan teks Pembukaan UUD 1945. Padahal sangat penting untuk memelihara rasa nasionalisme serta jiwa patriotisme sebagai warga negara terhadap NKRI yang tercinta ini,” ucap Barik Barliyan Surowiyoto SH dengan merasa prihatin. (qq; foto din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *